Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arcandra Yakin 10 Blok Migas Laku Dilelang Berkat Skema Gross Split

Arcandra Yakin 10 Blok Migas Laku Dilelang Berkat Skema Gross Split Arcandra Tahar. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, semenjak skema bagi hasil migas gros‎s split diterapkan, blok migas yang dilelang mulai minati kontraktor. Hal ini, menurutnya, menandakan gross split jauh lebih baik dari bagi hasil cost recovery.

‎"Terbukti 2015 (sebelum gross split diterapkan) tidak ada blok migas dilelang yang laku," ‎kata Arcandra, dalam seminar berburu lapangan migas baru di Indonesia, di Jakarta, Kamis (15/11).

Aracandra menyebutkan, setelah gross split diterapkan, lima blok migas eksplorasi dimenangkan kontraktor s‎epanjang 2017. Sedangkan dari lelang blok migas tahap I dan II 2018 sudah enam blok migas eksplorasi yang laku. Dia pun menargetkan 10 blok migas eksplorasi dimenangkan kontrator tahun ini.

"Saya targetkan tahun ini saya targetkan dapat 10 blok eksplorasi. Tahun lalu laku lima tahun ini laku enam," tuturnya.

Menurut Arcandra, jika penerapan bagi hasil gross split ‎akan membuat iklim investasi lesu, maka anggapan tersebut salah. Sebab, perusahaan luar negeri skala besar diantaranya ENI, Mubadalah dan Repsol justru meminati blok migas Indonesia.

"Gross split tidak bagus untuk perusahaan, lihat saja perusahaanya ada ENI, Repsol, Mubadallah,"‎ tandasnya.

Kementerian ESDM telah melelang 17 wilayah kerja (wk) atau blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018. Lelang tersebut dibagi dalam tiga tahap.

Lelang ‎tahap I, pemerintah menawarkan tujuh blok migas dengan skema penawaran langsung, dua blok migas unkonvensional.‎ Dari proses lelang empat blok dimenangkan kontraktor, yaitu Citarum, East Ganal, East Seram, Southeast Jambi.

Sedangan blok migas yang tidak laku East Papua‎ dan dua blok unkonvensional gas methane batubara Sumbagsel dan shale hydrocarbon di Sumatera Utara.

Lelang tahap II, pemerintah menawarkan enam blok migas, terdiri dari tiga blok ekplorasi‎ yaituBanyumas, Andika Bumi Kita, dan South East Mahakam. Tiga blok terminasi, terdiri dari Makasar Strait, South Jambi dan Selat Panjang.

Dari enam blok migas yang dilelang, hanya dua yang di menangkan, yaitu South Jambi oleh Hongkong Jindi dan Banyumas‎ dimenangkan PT Minarak Berantas Gas.

‎Lelang tahap III 2018, ada empat blok migas yang ditawarkan yaitu, ‎South Andaman, lokasi di laut Andaman lepas pantai Aceh.‎ South saka Kemang di ‎daratan Sumatera Selatan.‎ Anambas di‎ laut Natuna Barat, da‎n Maratua, laut dan daratan Kalimantan Timur.

Namun khusus Blok Migas Maratua sudah dipertuntukan ke PT Pertamina (Persero), hal ini s‎esuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM No 35 Tahun 2008, Wilayah Kerja Maratua khusus partisipasi dari Pertamina dan tidak dibuka untuk perusahaan lainnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP