Emas Dalam Negeri Diprediksi Bakal Tembus Rp2,5 Juta per Gram, Begini Analisisnya
Harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus Rp2.500.000 per gram pada akhir November.
Pengamat ekonomi dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mencatat bahwa harga logam mulia atau emas pada Sabtu lalu berada di level Rp2.290.000 per gram. Ia memproyeksikan, apabila tren penguatan harga global terus berlanjut, maka harga logam mulia di Indonesia berpotensi menembus Rp2.500.000 per gram pada akhir November.
"Untuk harga logam mulia ya di hari Sabtu (1/11) ditransaksikan di Rp2.290.000 per gram. Ada kemungkinan besar sampai bulan November akhir kemungkinan di Rp2.490.000. Kemungkinan besar di Rp2.500.000 itu akan kena. Itu di akhir November," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (3/11).
Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa dalam skenario penurunan harga, level support pertama logam mulia berada di Rp2.240.000, sedangkan untuk satu pekan ke depan diperkirakan di level Rp2.200.000.
Namun, jika tren kenaikan global terus menguat, maka resistensi pertama diperkirakan berada di Rp2.310.000, dan resistensi berikutnya di Rp2.400.000.
"Ada kemungkinan besar kalau seandainya turun, yang tadi saya katakan di emas dunia, support pertama ya diturun pertama itu di Rp2.240.000. Kemudian satu minggu itu di Rp2.200.000. Itu kalau seandainya harga emas dunia turun dan ini akan berdampak terhadap logam mulia. Tapi kalau seandainya naik ya tadi resisten pertama itu di Rp2.310.000. Kemudian resisten kedua di Rp2.400.000," jelas Ibrahim.
Nilai Tukar Rupiah Pengaruhi Harga Emas Domestik
Kenaikan harga emas di dalam negeri juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Saat rupiah melemah, harga emas lokal cenderung naik lebih cepat karena faktor konversi kurs.
Ia memperkirakan rentang perdagangan emas di awal pekan berada pada level USD 3.935 hingga USD 4.080, dengan kecenderungan bullish apabila data ekonomi AS menunjukkan pelemahan lanjutan.
"Kita lihat untuk indeks dolar sendiri ya saat ini ditransaksikan di 99,746. Support pertama itu adalah di 99,400. Support kedua di 98,900. Kemudian resisten pertama di 100,030. Kemudian resisten kedua di 100,500," jelasnya.
Proyeksi Harga Emas Dunia
Lebih lanjut, ia menilai, secara teknikal, harga emas masih berada di jalur penguatan hingga akhir November 2025. Ia memperkirakan level support pertama untuk awal pekan berada di USD3.935, sementara resistensi terdekat di USD4.080.
Ibrahim menyebutkan bahwa untuk rentang mingguan, harga emas memiliki support kuat di USD3.863 dan resistensi kedua di USD4.145. Jika tren positif ini berlanjut, potensi kenaikan hingga USD4.292 bukan hal yang mustahil sebelum pergantian bulan.
"Nah dalam satu minggu kemungkinan supportnya itu di USD3.863, kemudian resisten kedua itu di USD4.145. Nah ada kemungkinan besar sampai di bulan November ada kemungkinan besar berdasarkan data hari ini di USD4.292," pungkasnya.