Eksportir tembus pasar negara baru dijanjikan subsidi USD 1.000
"Setiap misi dagang kami berikan subsidi USD 1.000. Kita bantu dengan adanya pembiayaan ekspor."
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) akan memberikan subsidi sebesar USD 1.000 untuk eksportir dalam negeri yang mampu menembus pasar negara baru dalam menjual produk dalam negeri.
Direktur Jenderal PEN Kemendag, Nus Nuzulia Ishak mengatakan, pemberian subsidi tersebut merupakan program kementerian dalam mendukung hilirisasi produk.
"Kalau menunggu industri cukup lama. Tapi dengan pengembangan negara tujuan ekspor. Jadi diversifikasi tujuan negara ekspor yang dijadikan kegiatan utama. Supaya pelaku usaha tidak hanya ke pasar-pasar tradisional, tapi ke pasar-pasar non-tradisional yang agak sulit," ujar Nus di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (12/4).
Pemberian subsidi juga merupakan insentif bagi para eksportir dan diharapkan ini dapat menstimulus eksportir untuk menembus pasar-pasar non tradisional.
"Fasilitas dari kami, memberikan fasilitas pameran, untuk misi dagang. Setiap misi dagang kami berikan subsidi USD 1.000. Kita bantu dengan adanya pembiayaan ekspor. Ini fasilitas yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang terkena dampak dari pelemahan global. Itu yang akan kita dukung," kata dia.
Terkait produk dagangnya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kedutaan Indonesia di negara tujuan eksportir untuk menyesuaikan kebutuhan negara setempat. Dengan demikian, produk-produk dari Tanah Air akan mendapat sambutan baik dari dari negara tujuan.
"Kita koordinasi dengan KBRI setempat, ada analisisnya. Misalnya kemarin ke Oman kan sukanya barang elektric, rubber goods, process food, jadi itu sesuai dengan apa yang diminati negara tujuan. Kalau di Afrika banyaknya CPO, tekstil dan produk tekstil, serta process food. Kita coba networking. Pelaku usaha kita sudah bagus di negara tradisional, mereka harus punya partner di negara-negara non-tradisional," tutupnya.
Baca juga:
Januari-Februari 2016, ekspor RI merosot 14,3 persen
Sindiran Jokowi dorong pembentukan Badan Promosi Indonesia
Bertemu pengusaha, Kemendag sinergikan jaringan eksportir nasional
Jaga harga beras, Mendag Lembong minta Bulog bangun gudang pengering
Facebook dkk tak bayar pajak, Mendag Lembong tuntut keadilan
Indonesia bakal pamerkan 17 kopi terbaik di Amerika Serikat
Kebijakan kemasan polos bikin ekspor tembakau RI lesu