Ekonomi Lesu, Setiap Warga Lansia Thailand Dapat BLT Rp4,4 Juta
Distribusi bantuan ini sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi tingginya biaya hidup.
Pemerintah Thailand hari ini menyalurkan bantuan langsung tunai kepada warga lansia. Total anggaran yang digelontorkan untuk BLT ini berkisar 30 miliar baht atau setara Rp14,4 triliun.
Dilansir Bloomberg, distribusi bantuan ini sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi tingginya biaya hidup dan merangsang ekonomi negara yang lesu.
Lebih dari 3 juta warga lansia masing-masing diberi 10.000 baht (Rp4,4 juta), dan bantuan tersebut akan meningkatkan ekonomi negara senilai USD500 miliar (Rp8.109 triliun), kata Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra. Pemerintah akan melanjutkan program stimulus tunai, katanya tanpa merinci lebih lanjut.
Bantuan tersebut merupakan janji kampanye utama dari partai berkuasa Pheu Thai yang dipimpin oleh Paetongtarn, tetapi peluncurannya tertunda karena risiko hukum dan kurangnya kesiapan aplikasi digital. Pada tahap pertama, pemerintah memperluas bantuan tunai kepada 14,45 juta pemegang kartu kesejahteraan dan penyandang cacat.
Pertumbuhan ekonomi Thailand tertinggal dari negara-negara tetangganya dalam dekade terakhir, dan pemerintahan Paetongtarn telah meluncurkan serangkaian tindakan termasuk moratorium utang, belanja negara yang lebih tinggi, dan stimulus tunai untuk mendongkrak pertumbuhan tahun ini menjadi sekitar 3%.
Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira mengatakan pada hari Senin bahwa dia yakin pertumbuhan akan melampaui 3% tahun ini karena langkah-langkah stimulus dan masuknya investasi asing pada semester kedua. Pemberian uang tunai terbaru dapat menambah 0,1 poin persentase pada produk domestik bruto, menurut Wakil Menteri Keuangan Paopoom Rojanasakul.
Sistem pembayaran digital untuk transfer uang kepada para pendaftar yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan akan siap pada kuartal kedua, kata Wakil Menteri Keuangan Julapun Amornvivat. Lebih dari 30 juta orang telah mendaftar untuk mendapatkan bantuan tahun lalu.
Pemerintah akan mempertimbangkan apakah akan menyisihkan lebih banyak uang untuk program tersebut jika 160 miliar baht (Rp76 triliun) yang dialokasikan dalam anggaran tahun ini tidak memadai, kata Julapun.
“Pemerintah akan memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung dipertahankan selama musim ramai dan sepi,” katanya.