LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonomi lesu, Rusia janji tak mundur dari proyek kereta Kalimantan

"Kita akan terus melanjutkan proyek ini," jelas Dubes Galuzin.

2015-08-26 15:53:46
infrastruktur
Advertisement

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menegaskan, pelemahan ekonomi dunia, tidak lantas membuat proyek kerja sama kereta Kalimantan terhambat. Saat ini pihaknya masih dalam proses pengkajian konstruksi.

"Kita akan terus melanjutkan proyek ini. Terkait perekonomian yang sedang kurang baik tidak akan menyurutkan kerja sama baik ini. Rel kereta lintas Kalimantan nantinya akan terbentang sepanjang 203 kilometer," jelas Dubes Galuzin di kediamannya, Jakarta, Rabu (26/8).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membangun moda transportasi kereta di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan. Meski membutuhkan biaya besar, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap bersikeras merealisasikannya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto, mengatakan infrastruktur kereta di Kalimantan tidak kalah penting dengan pelabuhan.

"Kalau terlambat nanti mahal," ujar Hermanto kepada wartawan di Kantornya, Jakarta Pusat.

Pihaknya memperkirakan pembangunan kereta tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun. "Sekarang tahun ini sudah melakukan studi kelayakan, tahun depan amdal dan pembebasan lahan," jelasnya.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan Rusia menjadi salah satu investor yang tertarik memberi modal untuk proyek kereta Kalimantan.

"Kalau tidak salah dari Rusia mereka ingin membangun jalan kereta api yang menghubungkan Kalimantan untuk industri batu bara atau keperluan umum lainnya. Di bidang industri lain, seperti pesawat dan industri lain sudah berjalan," imbuh politikus Partai Gerindra itu.

Sebagai informasi, perusahaan kereta api Rusia RZD (Russian Railways) akan membangun jalur kereta di Kalimantan untuk keperluan pengangkutan batu bara. Jalur tersebut diperkirakan bernilai USD 2-3 miliar.

Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo Andrey Shigaev, mengatakan pembangunan jalur kereta akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama pembangunan sepanjang 190 kilometer (Km) dari kabupaten Kutai Barat hingga pelabuhan di kota Balikpapan. Jalur tahap pertama rencananya akan digunakan untuk pengangkutan batu bara, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri.

Pada tahap kedua, akan ada perpanjangan jalan ke provinsi Kalimantan Tengah dengan transisi menggunakan traksi listrik. Jika pemerintah Indonesia setuju, maka jalur kereta juga akan digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan, pertanian, komoditi lain, serta menjadi angkutan penumpang.

Proyek jalur kereta ini diprediksi dapat menyerap 2.500 pekerja lokal. Sebanyak 10.000 pekerja tambahan juga dibutuhkan untuk proyek lain yang berhubungan, dan dalam hal ini warga lokal akan menjadi prioritas dalam perekrutan pekerja.

Baca juga:
Jepang-China berebut kereta cepat, Indonesia bagai gadis cantik
Butuh dana stabilkan rupiah, RI dapat utang dari bank terbesar Arab
Rupiah merosot, bos BKPM sebut saat yang tepat untuk investasi
Pemerintah minta kandungan lokal di pembangkit listrik diperhatikan
Kadin protes aturan pekerja asing tak wajib bahasa Indonesia

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.