Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah merosot, bos BKPM sebut saat yang tepat untuk investasi

Rupiah merosot, bos BKPM sebut saat yang tepat untuk investasi rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) tidak menyurutkan minat investasi di Tanah Air. Saat ini justru merupakan momentum yang baik bagi investor dalam negeri untuk merealisasikan rencana investasinya.

Dia menyarankan agar investasi yang dilakukan masyarakat sebaiknya ditujukan pada industri-industri‎ yang menyasar pasar ekspor seperti baja dan semen.‎ Setidaknya tercatat realisasi investasi industri baja bahkan tumbuh hingga mencapai 100 persen.

"Saya hanya menunjukkan bahwa pelemahan Rupiah itu tidak otomatis mengganggu investasi. Semester I kita naik 16,6 persen. Kemudian izin prinsip naik 40 persen. Khusus industri baja itu naiknya 100 persen realisasinya," ujarnya di Kemenko, Jakarta, Selasa (25/8).

Menurut Franky, pihaknya baru saja mengunjungi sekitar 54 proyek di beberapa tempat di Indonesia. Di mana proyek tersebut berorientasi ekspor. Di tengah pelemahan Rupiah ini industri-industri tersebut tetap mampu mendulang pendapatan yang tidak sedikit.

"Kalau kita berorientasi ekspor, di sini momentumnya ada. Karena dari 54 project yang kita datangi, BKPM itu ternyata bisa menghasilkan USD 3,4 miliar per tahun ekspornya. Itu macam-macam sektor bisnisnya. Ada garment, karet, pengolahan ikan, komponen, produk nikel dan lain-lain," jelas dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP