LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dugaan kepentingan bisnis properti di balik proyek kereta cepat

Presiden Joko Widodo diminta untuk batalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

2015-10-27 08:44:00
China
Advertisement

Ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad mengkritik rencana pemerintahan Jokowi-JK membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, pembangunan ini tidak rasional karena diduga terdapat kepentingan-kepentingan tertentu dalam proyek tersebut.

"Saya melihat ini lebih pada melayani kepentingan modal, baik yang hendak membangun kereta cepat maupun bisnis-bisnis properti yang akan ada paling tidak di empat titik pemberhentian," kata Chalid seperti dilansir Antara, Selasa (26/10).

Menurut dia, rencana tempat berhenti kereta cepat apabila diselidiki tanah-tanahnya pun sudah mulai dikuasai oleh para pengembang atau developer.

Advertisement

"Di sana sudah mulai ada spekulan-spekulan tanah dan juga sudah ada yang menguasai dan seterusnya," kata Chalid.

Seharusnya, lanjutnya, pemerintah lebih baik membangun kereta cepat Jakarta-Surabaya. Dia mengatakan selain jarak tempuhnya yang jauh, tempat pemberhentiannya juga lebih banyak dan bisa menumbuhkan ekonomi di tempat-tempat pemberhentian tersebut.

"Bukan untuk Jakarta-Bandung karena infrastruktur Jakarta-Bandung sudah sangat memadai, perbaiki saja rel yang sudah ada, maka dengan dana yang lebih sedikit, kita bisa buat waktu tempuh jadi lebih singkat," ujarnya.

Advertisement

Dia juga meminta ketegasan Presiden Joko Widodo untuk menegur Menteri BUMN Rini Soemarno membatalkan rencana proyek kereta cepat tersebut karena hanya akan menimbulkan beban yang sangat besar bagi utang negara.

Pemerintah memastikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung digarap investor China dengan jumlah investasi mencapai Rp 60 hingga Rp 70 triliun. Proyek digelar dengan model kerjasama "business to business" antara investor China dengan konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga, PT Kereta Api Indonesia, serta PT Perkebunan Nusantara VIII.

Baca juga:
Ngototnya Menteri Rini dorong proyek kereta cepat patut dicurigai
Bukan kebutuhan utama, alasan pemerintah ogah biayai kereta cepat
Ketika Yusril bicara ekonomi dan kritik keras kebijakan Jokowi
Yusril khawatir 4 BUMN pembangun kereta cepat akan dikuasai China
Pertarungan Jepang-China soal kereta cepat di Indonesia & India

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.