Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertarungan Jepang-China soal kereta cepat di Indonesia & India

Pertarungan Jepang-China soal kereta cepat di Indonesia & India kereta cepat china jepang. ©blogspot.com

Merdeka.com - Perseteruan Jepang dan China dalam membangun proyek kereta cepat ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Kedua negara ini saling berebut untuk membangun kereta cepat di kawasan Asia. Berbagai keunggulan masing-masing produk ditonjolkan, namun keputusan tetap di tangan pemerintah yang ingin membangun kereta cepat.

Jepang dan China sempat berebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Keputusannya, Indonesia memilih China untuk menggarap proyek ini. Jepang meradang dan sempat marah pada Indonesia.

Jepang merasa telah ditolak oleh Indonesia dengan mengeluarkan persyaratan tidak ada jaminan dari pemerintah atau APBN. Namun, Indonesia akhirnya memilih China dan keputusan ini sangat disesalkan Jepang.

China dan Jepang selama berbulan-bulan telah berlomba untuk mendapatkan proyek kereta cepat. Menurut Jepang, Indonesia awalnya menawarkan kereta berkecepatan tinggi, namun tiba tiba rencana ini diubah dengan membangun kereta kecepatan menengah dengan biaya yang lebih murah.

China dan Jepang kemudian sama-sama mengajukan proposal baru. Tapi, juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga yang telah bertemu dengan utusan pemerintah Indonesia dan memberitahukan kalau tawaran Jepang telah ditolak.

"Jepang menawarkan kemungkinan usulan terbaik. Utusan Indonesia datang ke sini (Jepang) dan menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia menyambut baik usulan China. Saya tidak mengerti sama sekali. Saya terus terang mengatakan kepada utusan itu sangat disesalkan," ucap Yoshihide Suga seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (30/9).

Dia mengatakan, usulan proposal baru China yang tidak melibatkan pemerintah Indonesia atau secara business to business tidak masuk akal. China berani mengambil proyek tanpa ada jaminan dari pemerintah Indonesia atau APBN.

"Ini adalah usulan proposal yang tidak masuk akal oleh kita," tambahnya.

Kejadian serupa juga terjadi dalam rencana pembangunan kereta cepat di India. Namun India memutuskan untuk memilih Jepang. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP