DPR yakin target pertumbuhan ekonomi 2017 bakal tercapai
Perlambatan ekonomi global masih menjadi kendala ekonomi Indonesia tumbuh tinggi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan DPR telah menyetujui beberapa asumsi makro dalam Rancangan APBN 2017. Dalam asumsi tersebut, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen dengan melihat kondisi global yang masih akan melambat. Proyeksi tersebut mengoreksi pidato Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Nota Keuangan beberapa waktu lalu sebesar 5,3 persen, oleh Menkeu dikoreksi menjadi 5,2 persen dengan alasan professional judgement, walau kemudian disepakati pertumbuhan sebesar 5,1 persen.
Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan isu ekonomi menjadi salah satu sorotan dari banyak negara dalam forum KTT G20 di Hangzhou, China. Dalam tujuh tahun terakhir, pasca krisis yang terjadi, memang perekonomian dunia tidak pernah tumbuh lebih dari 3,5 persen, bahkan mencapai level pertumbuhan sebelum krisis adalah karena faktor sisi suplai, yaitu adanya stagnasi produksi terutama dari China.
"Pelambatan masih terjadi di perekonomian dunia, sejak awal kita selalu bahas sentimen domestik. Karena itu, kreativitas kita akan menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi kita sebagaimana program-program ekonomi di APBN," ujar Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/9).
Dengan jumlah penduduk sekitar 251 juta, maka akan menjadi daya dorong untuk konsumsi. Dengan demikian, secara otomatis bisa menggerakkan ekonomi kita.
"Saya mendorong pertumbuhan ekonomi yang hati-hati. Dan, saya sering menyampaikan bahwa begitu kita keluar dari ruangan ini, asumsi makro ini bukan milik DPR atau Pemerintah, melainkan milik negara. Ini harus bisa dibangun dengan baik," ujar politisi Golkar itu.
Misbakhun menegaskan, fungsi pemerintah juga harus mampu memberikan harapan dan optimisme. Optimisme pemerintah itu menjadi tolak ukur tahapan pembangunan. Dengan demikian, respon pasar itu yang menjadi ukuran seberapa kredibel pencapaian kita.
"Harus kita sadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tapi dengan program pembangunan yang kreatif, pemerintah juga akan mampu menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Misbakhun menambahkan, angka-angka yang diusulkan pemerintah belum mempertimbangkan angka-angka yang menjadi target terpenuhinya Tax Amnesty. Kalau tax amnesty tercapai di 2016, maka akan ada tambahan likuiditas tambahan masuk. Begitu ada repatriasi, tentunya akan banyak karena investasi ini tidak di satu tempat.
"Bagi orang yang masih ingin ikut tax amnesty, akan menjadi pendorong dari nilai tukar rupiah dan dana SPN," katanya.
Misbakhun berharap angka-angka yang disepakati pada asumsi makro APBN 2017 bisa diraih dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. "Mudah-mudahan itu semua bisa diraih dan mampu memberikan manfaat untuk kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
Baca juga:
Pengusaha ini bongkar kondisi terkini UMKM Tanah Air
Ikut lomba di pameran properti ini bisa dapat apartemen Rp 300 juta
Pemerintah sebut 20 persen masyarakat RI tak mampu beli rumah
Cara Kemendag bantu Jokowi tingkatkan kemudahan berbisnis Indonesia
Pengembang perumahan keluhkan sulitnya proses pembebasan lahan
Kadin: Penggunaan gas ciptakan tenaga kerja baru & tingkatkan pajak
JK minta tahun depan setoran pajak dan dividen BUMN ditingkatkan