DPR sebut impor jeroan sapi rugikan peternakan rakyat
Untuk itu, dia mendesak pemerintah hentikan impor jeroan sapi.
Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mendesak pemerintah menghentikan impor jeroan sapi. Dia menilai langkah tersebut sebagai sebuah kemunduran dalam pengembangan sektor pertanian dan perdagangan.
"Impor jeroan itu merugikan peternakan rakyat, berdampak negatif terhadap kesehatan serta dapat merendahkan martabat bangsa karena pada kenyataannya jeroan sapi di luar negeri dikonsumsi sebagai pakan ternak dan hewan peliharaan," ujar Hermanto seperti dilansir Antara, Jumat (22/7).
Dia menegaskan DPR setuju dengan rencana pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi hingga mencapai Rp 80.000 per kilogram. Namun, bukan dengan cara mengimpor jeroan yang diharapkan menjadi substitusi bagi masyarakat menengah ke bawah yang tidak dapat membeli daging sapi.
Untuk itu, lanjut Hermanto, pihaknya juga menawarkan solusi untuk mengatasi kenaikan harga daging dengan mendorong pemerintah untuk melanjutkan program swasembada daging sapi, pengembangan peternakan rakyat, dan memperbaiki sisi permintaan dari masyarakat.
"Kebijakan yang digulirkan harus kompehensif, yaitu tidak hanya sisi pasokannya saja yang dibenahi, tapi permintaannya juga perlu diperhatikan. Misalnya, adanya beragam substitusi daging sapi yang sehat dan bergizi, seperti daging ayam, telur," katanya.
Sedangkan, kebijakan lainnya antara lain adalah melalui program diversifikasi melalui swasembada protein karena sumber protein bukan hanya dari daging sapi tetapi juga bisa dari ikan atau lainnya.
Baca juga:
Pakde Karwo: Warga Jawa Timur tak suka daging kerbau, apalagi jeroan
Kementan siapkan komisi ahli revisi dua aturan impor daging sapi
5 Fakta impor jeroan dari Australia hingga lecehkan martabat bangsa
Selain daging, jeroan sapi juga dimakan masyarakat Eropa
Justifikasi impor, Kementan sebut jeroan sapi bergizi
Ini tanggapan pedagang soal rencana impor daging kerbau asal India
Jeroan impor asal Australia banjiri pasar tradisional