DPR sebut BUMN dan swasta tak pernah bersinergi bangun ekonomi RI
Anggota Komisi VI DPR Zulfan Lindan melihat ketidakseimbangan antara perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan swasta. Zulfan menyebut, banyak kesenjangan yang terjadi antara dua sektor tersebut. Selain itu, banyak menemukan fakta perusahaan pelat merah justru seperti bersaing dengan swasta.
Anggota Komisi VI DPR RI Zulfan Lindan melihat ketidakseimbangan antara perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan sektor swasta. Zulfan menyebut, banyak kesenjangan yang terjadi antara dua sektor tersebut.
"Seharusnya balance, tetapi sampai sekarang tidak ada. Kita harus ingat BUMN ini bukan milik pemerintah, tapi milik rakyat. Semua yang dilakukan harus untuk kepentingan rakyat," kata Zulfan, di Gado Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (14/1).
Zulfan mengatakan banyak menemukan fakta perusahaan pelat merah justru seperti bersaing dengan swasta. Padahal, seharusnya kedua sektor tersebut saling mendukung bahu membahu dalam membangun perekonomian negara.
"Sektor yang paling besar kita harapkan menyumbang perekonomian itu, ya BUMN. Kalau BUMN dan swasta enggak sejalan, bagaimana perekonomian bisa meningkat," ujar Zulfan.
Zulfan mengakui paham keinginan Presiden Jokowi untuk mendorong pembangunan infrastruktur membutuhkan dana yang besar dan kerja sama para pemangku kebijakan.
"Tapi bukan jadi bersaing tidak sehat. Kok sekarang jadi saling membunuh antara BUMN dan swasta," pungkasnya.
Baca juga:
ASDP buka pelayaran ke Kepulauan Seribu, tarifnya mulai Rp 25.000
DPR: PP 72 jadikan aset BUMN bisa 'dijual' ke swasta
KAI bakal aktivasi kembali jalur kereta Bogor-Bandung
Bertemu Setnov, warga Rembang curhat soal pabrik semen
Ini aturan soal izin pemindahan aset BUMN tanpa restu DPR
Jasa Marga akui Jembatan Cisomang masih bergeser sekitar 3 milimeter
Menteri Rini dorong UKM jual produk online untuk perluas pasar