DPR: Proyek kereta cepat jadi mainan baru Jokowi seperti Esemka
Perbaikan di sektor perkeretaapian lebih mendesak ketimbang membangun megaproyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai sektor Perkeretaapian Indonesia alami jatuh bangun akhir-akhir ini. Menurut dia, perbaikan di sektor perkeretaapian lebih mendesak ketimbang membangun megaproyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.
"Dalam tahun ini hampir tiap bulan, kadang-kadang tiap minggu, kereta api kita terguling, jatuh, saling tabrak atau menabrak bus dan sarana transportasi lain. Bukankah ini adalah masalah perhubungan yang lebih penting diurai dan diselesaikan?" kata Fahri di Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2).
Fahri melihat, ground breaking proyek berbiaya mahal secara ekonomi dan sosial, serta merusak lahan dan ancaman bahaya longsor seolah-olah tidak masalah asal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tertulis dalam lembaran sejarah sebagai presiden pertama yang meletakkan batu pertama high speed train (HST) dalam sejarah pembangunan bangsa.
"Jangan sampai kita jadi menduga-duga bahwa high speed train is 'Jokowi's new toy'," tegas Fahri.
Proyek ini seolah-seolah mengingatkan suksesnya mobil buatan SMK Solo yang dinamakan Esemka yang digadang-gadang jadi mobil nasional. Mobil ini jadi primadona Jokowi saat masih menjabat sebagai Walikota Solo.
Jokowi rela untuk mengendarai mobil Esemka ke Jakarta untuk memperjuangkan menjadi mobil nasional. Namun, saat ini Esemka tak lagi terdengar kabarnya bak hilang ditelan bumi.
Baca juga:
KA cepat tak sejalan dengan Nawacita Jokowi
Fahri Hamzah: Proyek kereta cepat tetap melibatkan uang negara
Hujan kritik, Menteri Siti buka peluang revisi amdal kereta cepat
Pengusaha: Bangun kereta cepat pakai uang BUMN, itu juga uang negara
Menteri Rini jungkir balik lindungi proyek kereta cepat China