DPR nilai pemerintah terbitkan utang baru hanya untuk bayar bunga
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan tingginya utang dianggap mengkhawatirkan di masa yang akan datang. Apalagi, setiap bulan utang pemerintah mengalami peningkatan. Hingga Juli 2017, utang pemerintah Indonesia tercatat mencapai Rp 3.779,98 triliun.
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan tingginya utang dianggap mengkhawatirkan di masa yang akan datang. Apalagi, setiap bulan utang pemerintah mengalami peningkatan.
Hingga Juli 2017, utang pemerintah Indonesia tercatat mencapai Rp 3.779,98 triliun. Dalam sebulan, utang ini naik Rp 73,46 triliun, dibandingkan Juni tahun ini yang mencapai Rp 3.706,52 triliun.
"Pemerintah mengelola utang secara produktif, tapi keseimbangan primer masih negatif, artinya kita masih terbitkan utang baru untuk bayar bunganya," ungkapnya di Universitas Pertamina, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).
Menurutnya, jika dalam struktur APBN pos keseimbangan primernya masih negatif, maka artinya utang yang diterbitkan pemerintah masih belum dapat menyelesaikan persoalan utang secara menyeluruh.
"Jadi gali lubang tutup lubang, itu masih belum mampu atasi pokoknya," tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan utang yang dilakukan pemerintah kebanyakan untuk kegiatan yang produktif. Apalagi, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) masih dalam posisi yang terkendali.
Rasio utang pemerintah baru mencapai sekitar 27 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Dibandingkan dengan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, hingga Jepang masih cukup baik.
"Utang tidak menjadi masalah selama itu dipakai untuk hal produktif," pungkasnya.
Baca juga:
KEIN: Dana transfer ke daerah jangan hanya diendapkan di bank
Meski lebih rendah, utang luar negeri RI harus diwaspadai
Apersi dorong pemerintah bangun perumahan di dekat kota-kota besar
Ada taksi online, penerimaan retribusi trayek di Tangsel turun 50 persen
Ini faktor penyebab data pribadi nasabah bocor
Jumlah rig pengeboran AS menurun, harga minyak dunia naik