LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

DPR duga ada kartel di balik mahalnya harga bawang putih

Dugaan ini diperkuat karena pasar bawang putih yang bersistem oligopoli, hal ini-lah kemudian yang membuat celah bagi sekelompok orang untuk memainkan harga dan pasokan bawang putih di pasaran.

2018-04-10 19:19:57
Harga Pangan
Advertisement

Wakil Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menyium adanya permainan kartel di balik naiknya harga harga bawang putih di pasaran. Harga tersebut dimainkan oleh kartel yang pastinya mengejar keuntungan besar.

"Potensi permainan kartel pasti ada," kata Viva Yoga usai menerima audiensi asosiasi pedagang bawang putih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Dugaan ini diperkuat karena pasar bawang putih yang bersistem oligopoli, hal ini-lah kemudian yang membuat celah bagi sekelompok orang untuk memainkan harga dan pasokan bawang putih di pasaran.

Advertisement

"Ya itu pasar oligopoli, pasar oligopoli pasar yang dikendalikan beberapa orang dalam rangka mengendalikan harga dan pasokan potensi kartelisasi itu ada," tegasnya.

Pemerintah, kata politikus PAN ini seharusnya menangani adanya praktik-praktik curang oleh pihak-pihak tertentu yang merugikan para pedangan.

"Kalau melihat sistem pasar seperti itu dan tugas dari pemerintah itu jangan sampai ada kartel itu bertentangan dengan UU," jelas dia.

Advertisement

Belasan pedangan yang tergabung dalam perhimpunan pedagang bawang putih mendatangi Komisi IV DPR, Selasa (10/4). Kehadiran para pedagang bawang putih untuk mengadu soal kelangkaan bawang putih sejak beberapa waktu belakangan ini.

Perwakilan pedangan bawang putih Khairul mengatakan saat ini para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan stok bawang putih di pasaran. Kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit dan mahal. "Ini sangat memberatkan para pedangan," kata Khairul.

Dia meminta pemerintah mengendalikan penjualan bawang putih yang saat ini stok bawang putih dikendalikan oleh para importir.

"Bawang yang beredar saat ini kebanyakan adalah bawang putih impor yang berasal dari China, sementara bawang putih lokal yang ada tidak layak dijual," tegasnya.

Baca juga:
Jaga stabilitas harga jelang Lebaran, perbankan ikut jualan beras
Menko Darmin beberkan alasan harga cabai dan bawang naik tiap tahun
Bos BPS: Cabai dan bawang harus jadi perhatian pemerintah jelang puasa dan Lebaran
Harga tomat meroket dari Rp 8.000 jadi Rp 12.000 per kilogram
Mendag Enggar tantang swasta jual daging sapi Rp 80 ribu per kg

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.