Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Darmin beberkan alasan harga cabai dan bawang naik tiap tahun

Menko Darmin beberkan alasan harga cabai dan bawang naik tiap tahun Darmin Nasution. ©2015 merdeka.com/saugy riyandi

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20 persen. Inflasi tersebut sebagian besar disumbang oleh kenaikan harga pada beberapa bumbu dapur seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kenaikan harga cabai dan bawang pada Maret 2018 dipengaruhi oleh musim. Hal ini sebenarnya sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Bumbu-bumbuan itu, cabai, bawang itu barang komoditi yang selalu sangat dipengaruhi musim. Kalau musim lagi jelek, harga naik. Perhatikan dari tahun ke tahun sering muncul fluktuasi harga bumbu," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (2/4).

Darmin melanjutkan, kenaikan harga cabai dan bawang ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan melakukan penyimpanan yang baik ketika panen bagus. Namun demikian, Indonesia belum memiliki industri yang mampu mengelola panen dengan baik.

"Karena apa? kita belum punya mekanisme supaya produk-produk tersebut bisa disimpan atau proses sehingga pada waktu off season (tidak musim panen) itu dikeluarkan. Kita belum punya itu, belum lahir industri yang mampu mengolah cabai dan bawang supaya segar," jelasnya.

Namun demikian, Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menegaskan, kenaikan harga cabai dan bawang pada Maret 2018 belum terlalu ekstrem. Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga komoditas tersebut. "Selalu ada fluktuasi tapi belum ekstrim," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP