Dorong Ketahanan Pangan, Pengguna Electrifying Agriculture PLN Sulselrabar Meningkat 8,2 Persen
PT PLN UID Sulselrabar melaporkan peningkatan signifikan pengguna Electrifying Agriculture sebesar 8,2 persen pada awal 2026. Peningkatan pengguna Electrifying Agriculture PLN Sulselrabar ini menunjukkan komitmen PLN dalam modernisasi sektor pertanian dan
PT PLN melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (UID Sulselrabar) mencatat peningkatan signifikan pada program Electrifying Agriculture (EA) di awal tahun 2026. Jumlah pelanggan EA di wilayah Sulselrabar naik 8,2 persen, dari 3.887 pelanggan pada Januari-Maret 2025 menjadi 4.207 pelanggan pada periode yang sama di tahun ini.
Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan upaya PLN dalam mendorong modernisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Indonesia. Program EA dirancang untuk mengadopsi teknologi pertanian modern berbasis listrik guna meningkatkan produktivitas.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional. PLN berupaya menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan melalui pemanfaatan listrik yang stabil dan efisien.
Modernisasi Pertanian Berbasis Listrik
Program Electrifying Agriculture (EA) merupakan inisiatif strategis PLN untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia. Melalui program ini, PLN mendorong adopsi teknologi modern yang memanfaatkan energi listrik. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Total daya terpasang untuk pelanggan EA di Sulselrabar juga mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sebesar 205.445 kiloVolt Ampere (kVA) pada Januari-Maret 2026, naik 6,7 persen dari 192.356 kVA pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan dan pemanfaatan listrik di sektor pertanian.
Edyansyah menjelaskan bahwa EA hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat. Ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Pemanfaatan listrik ini diharapkan dapat mengubah ekosistem pertanian menjadi lebih modern dan efisien.
Dampak Positif pada Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
Pemanfaatan listrik dalam program Electrifying Agriculture terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi petani. Salah satu contohnya adalah sistem penyiraman yang lebih stabil dan teratur. Ketersediaan listrik yang konsisten memastikan tanaman mendapatkan suplai air yang optimal, sehingga berdampak pada kualitas dan hasil panen yang lebih baik.
PLN tidak hanya menyediakan akses energi, tetapi juga berperan aktif dalam peningkatan produktivitas pertanian secara menyeluruh. Dengan dukungan listrik yang stabil, petani dapat mengoperasikan peralatan modern yang sebelumnya sulit dijangkau. Ini membuka peluang baru untuk efisiensi dan inovasi dalam praktik pertanian mereka.
Transformasi menuju pertanian modern yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing menjadi fokus utama PLN. Edyansyah menekankan bahwa langkah kecil dari aliran listrik ini dapat menjadi energi besar. Tujuannya adalah menghidupkan harapan, menguatkan ketahanan pangan, dan membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat petani.
Komitmen PLN dalam Creating Shared Value (CSV)
PLN terus berupaya menggerakkan roda ekonomi, khususnya pada sektor pertanian, melalui program Electrifying Agriculture. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menciptakan Creating Shared Value (CSV). CSV berarti memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan secara bersamaan.
Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, PLN tidak hanya memenuhi kebutuhan energi. PLN juga berkontribusi pada modernisasi ekosistem pertanian yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas petani. Ini adalah pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Program EA menunjukkan bahwa listrik memiliki peran vital dalam transformasi ekonomi pedesaan. Melalui inovasi dan dukungan infrastruktur, PLN membantu petani untuk lebih berdaya saing. Hal ini juga mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews