DKPP Kota Madiun Uji Coba Inovasi Pakan Fermentasi Ternak dari Sisa Jagung untuk Domba
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun berinovasi mengembangkan pakan fermentasi ternak dari sisa jagung untuk domba, menjanjikan peningkatan nutrisi dan efisiensi pakan bagi peternak.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur, tengah melakukan uji coba inovasi pakan fermentasi ternak. Inovasi ini memanfaatkan sisa tanaman jagung yang kurang termanfaatkan secara optimal. Pakan ini ditujukan khusus untuk ternak ruminansia, terutama domba, di demplot peternakan DKPP Kota Madiun.
Pengembangan pakan komplit atau Total Mix Ratio (TMR) ini bertujuan untuk meningkatkan nutrisi dan efisiensi pakan. Sisa panen jagung dari wilayah Kelurahan Banjarrejo menjadi bahan baku utama dalam proses ini. Uji coba ini diharapkan dapat memberikan solusi pakan yang lebih baik bagi peternak lokal.
Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Madiun, Wahyu Niken Febrianti, menjelaskan bahwa tanaman jagung yang pertumbuhannya kurang bagus diolah. Bahan baku tersebut kemudian diolah menjadi pakan komplit melalui proses fermentasi. Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan hewani di Kota Madiun.
Proses dan Bahan Baku Inovasi Pakan Fermentasi Ternak
Proses pengolahan pakan fermentasi ini dimulai dengan melayukan sisa tanaman jagung selama satu hari penuh. Langkah ini krusial untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam bahan baku. Setelah dilayukan, bahan jagung kemudian dicacah dan dicampur dengan bahan tambahan sebelum difermentasi sekitar satu minggu.
Pencampuran ini bertujuan untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak, memastikan probiotik dan molase tersebar sempurna di seluruh campuran. Proses fermentasi kemudian dilakukan selama sekitar satu minggu untuk memastikan kualitas pakan.
Wahyu Niken Febrianti menegaskan bahwa prinsip utama fermentasi adalah memungkinkan pakan disimpan lebih lama. Dengan demikian, peternak tidak perlu mencari pakan segar setiap hari, menghemat waktu dan tenaga. Inovasi pakan fermentasi ternak ini menawarkan solusi praktis bagi peternak.
Manfaat dan Potensi Pakan Fermentasi untuk Ternak
Pakan fermentasi ternak dikenal memiliki beragam manfaat signifikan bagi kesehatan dan produktivitas hewan. Pakan jenis ini mampu meningkatkan nutrisi yang diserap oleh ternak, memperbaiki sistem pencernaan, serta memperkuat daya tahan tubuh. Ini berkontribusi pada pertumbuhan ternak yang lebih optimal.
Selain itu, penggunaan pakan fermentasi juga berpotensi menghemat biaya produksi pakan bagi peternak. Bahan baku yang murah seperti jerami, ampas tahu, atau hijauan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pakan ini juga dapat berfungsi sebagai pelengkap pakan segar, memberikan variasi nutrisi.
Pakan fermentasi tidak hanya mempercepat pertumbuhan ternak, tetapi juga meningkatkan kualitas produk hewani seperti daging, susu, atau telur. Mikroorganisme probiotik dalam pakan membantu memecah nutrisi kompleks menjadi lebih mudah diserap dan mengurangi anti-nutrisi, serta mengurangi bau kotoran.
Tahap Uji Coba dan Harapan DKPP Kota Madiun
Saat ini, inovasi pakan fermentasi ternak dari sisa jagung ini masih dalam tahap uji coba intensif. Uji coba dilakukan pada demplot peternakan DKPP Kota Madiun dengan melibatkan sekitar 15 ekor domba. Tujuan utama dari fase ini adalah untuk melihat hasil dan kecocokan formulasi pakan yang telah dikembangkan.
Niken menjelaskan bahwa jika hasil uji coba menunjukkan respons yang positif, formulasi pakan ini akan segera disosialisasikan kepada para peternak. Sosialisasi ini penting agar inovasi dapat diadopsi secara luas. Keberhasilan uji coba akan menjadi dasar untuk implementasi lebih lanjut.
Pihak DKPP Kota Madiun sangat berharap bahwa pakan fermentasi ini dapat membawa dampak positif. Dengan pakan ini, ternak kambing dan domba di Kota Madiun diharapkan menjadi lebih sehat dan memiliki kualitas daging yang lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan para peternak di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews