Disnakeswan Dompu Catat Kenaikan PAD dan Populasi Ternak Signifikan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Dompu berhasil mencatat kenaikan PAD dan populasi ternak hingga 7 persen sepanjang tahun ini, melampaui target awal yang ditetapkan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengumumkan capaian signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan populasi ternak. Sepanjang tahun berjalan, PAD berhasil melampaui target yang ditetapkan, sementara populasi ternak meningkat hingga 7 persen.
Kepala Disnakeswan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, mengungkapkan bahwa realisasi PAD mencapai Rp1,07 miliar. Angka ini jauh melampaui target awal sebesar Rp500 juta yang kemudian dinaikkan menjadi Rp800 juta.
Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pengelolaan sektor peternakan di Dompu. Keberhasilan ini juga didukung oleh berbagai upaya strategis yang dilakukan oleh pihak dinas untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Realisasi PAD Lampaui Target Awal
Pencapaian PAD Disnakeswan Dompu tahun ini menunjukkan kinerja yang sangat positif. Dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp500 juta, dinas ini berani menaikkan target menjadi Rp800 juta seiring dengan potensi yang terlihat.
Namun, realisasi yang berhasil dicapai justru jauh melampaui kedua target tersebut, mencapai angka Rp1,07 miliar. Muhammad Abduh menyatakan, "Populasi ternak kita meningkat terus hingga 7 persen, dan capaian PAD pun melampaui target awal."
Kenaikan PAD ini menjadi indikator keberhasilan dalam mengelola sumber daya peternakan di Dompu. Peningkatan ini juga berkorelasi dengan pertumbuhan populasi ternak yang sehat dan produktif.
Peran Vital Pos Pelayanan Lalu Lintas Ternak (PLLT)
Potensi terbesar PAD daerah bersumber dari izin pengelolaan ternak dan layanan Pos Pelayanan Lalu Lintas Ternak (PLLT). Terdapat tiga titik PLLT yang strategis di Dompu, yaitu di Desa Mangge Asi (Kecamatan Dompu), Desa Anamina (Kecamatan Manggelewa), dan Desa Kiwu (Kecamatan Kilo).
PLLT memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit antar daerah. Saat ini, ketiga pos tersebut sedang dalam tahap pembangunan baru untuk memaksimalkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan pelaku usaha peternakan.
Pelayanan di pos-pos ini sangat komprehensif, meliputi:
- Pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh.
- Pengecekan dokumen dan fisik ternak untuk memastikan legalitas dan kondisi.
- Desinfeksi kendaraan pengangkut untuk mencegah kontaminasi.
- Pencatatan data lalu lintas ternak untuk monitoring dan evaluasi.
Optimalisasi Sumber PAD Lain dan Tantangan Ke Depan
Selain dari PLLT, sumber PAD lainnya bagi Disnakeswan Dompu berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang berjumlah sekitar 30 unit. Namun, optimalisasi retribusi dari sektor RPH ini masih menunggu penerbitan Peraturan Bupati Dompu yang diharapkan dapat segera terealisasi.
Meskipun capaian tahun ini sangat memuaskan, Disnakeswan Dompu belum dapat menetapkan target PAD baru untuk tahun depan. Hal ini dikarenakan masih menunggu alokasi jatah pengelolaan ternak dari Disnakeswan Provinsi NTB, yang akan menjadi dasar penetapan target selanjutnya.
Situasi ini menunjukkan adanya ketergantungan pada kebijakan provinsi dalam perencanaan anggaran dan target PAD. Namun, dengan fondasi yang kuat dari capaian tahun ini, Disnakeswan Dompu optimis dapat terus berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.
Sumber: AntaraNews