Disdag Mataram Ajukan Tambahan Kuota Elpiji 3 Kg Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Ramadhan 2026
Dinas Perdagangan Kota Mataram proaktif ajukan tambahan **Kuota Elpiji 3 Kg Mataram** ke Pertamina. Langkah ini antisipasi lonjakan permintaan saat Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, cegah kelangkaan serta stabilkan harga.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah proaktif menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Instansi ini bersiap mengajukan permohonan tambahan kuota atau ekstra droping elpiji 3 kilogram kepada PT Pertamina (Persero) pada pekan depan. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi potensi peningkatan kebutuhan gas subsidi di kalangan masyarakat dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Mataram.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, menyatakan bahwa usulan ini merupakan antisipasi dini. Tujuannya adalah mencegah terjadinya kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi selama periode Ramadhan. Peningkatan permintaan diprediksi terjadi seiring munculnya banyak pedagang takjil musiman yang membutuhkan pasokan gas.
Inisiatif pengajuan tambahan kuota elpiji 3 kg Mataram ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan pasokan. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga elpiji di pasaran. Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga untuk memastikan pasokan aman bagi warga Mataram.
Antisipasi Lonjakan Permintaan Jelang Ramadhan
Permohonan tambahan kuota elpiji 3 kg ini didasari pada proyeksi peningkatan konsumsi selama bulan Ramadhan. Sri Wahyunida menjelaskan bahwa banyak rumah tangga dan UKM, terutama pedagang takjil, akan sangat bergantung pada elpiji 3 kg. Pedagang takjil musiman khususnya, dipastikan akan membutuhkan pasokan gas yang memadai untuk menjalankan usahanya.
Disdag Mataram tidak ingin kecolongan seperti pengalaman sebelumnya. Oleh karena itu, usulan ini diajukan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Tujuannya adalah agar Pertamina memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan dan menyalurkan tambahan pasokan.
Meskipun jumlah pasti usulan masih dalam perhitungan teknis, Disdag Mataram memperkirakan akan mengajukan sekitar 50 persen dari kuota tahunan. Angka ini merupakan estimasi awal untuk memastikan pasokan aman. Perhitungan detail akan segera diselesaikan sebelum surat permohonan resmi dilayangkan.
Strategi Pengajuan Kuota dan Data Penyaluran
Untuk tahun 2026, kuota resmi elpiji 3 kg dari Pertamina memang belum dirilis. Namun, Disdag Mataram akan tetap mengajukan permohonan tambahan secara global. Pendekatan ini memastikan bahwa ekstra droping tetap tersedia meskipun kuota resmi nantinya sudah ditetapkan.
Pada tahun 2025, Kota Mataram menerima kuota elpiji 3 kilogram sebanyak 18,054 metrik ton (MT). Jumlah ini setara dengan 6.018.000 tabung gas. Penyaluran di Kota Mataram pada tahun yang sama bahkan mencapai 18,095 metrik ton.
Kelebihan penyaluran pada tahun 2025 tersebut secara otomatis masuk sebagai kategori ekstra droping. Sri Wahyunida menegaskan bahwa usulan ekstra droping elpiji 3 kg ini akan berada di luar kuota resmi yang sudah ada. Ini menunjukkan komitmen Disdag Mataram untuk memastikan ketersediaan pasokan yang lebih dari cukup.
Belajar dari Pengalaman dan Jaminan Harga Stabil
Pengalaman kelangkaan saat momen Maulid Nabi Muhammad SAW pada September 2025 menjadi pelajaran berharga bagi Disdag Mataram. Saat itu, tingginya permintaan menyebabkan pasokan elpiji 3 kg sempat terganggu. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disdag Mataram menerima sekitar 21,3 metrik ton atau sekitar 7.000 tabung gas sebagai tambahan.
Oleh karena itu, Disdag Mataram kini lebih siap siaga dalam menjaga stok elpiji 3 kg di tingkat pangkalan. Antisipasi ini dilakukan agar tidak terulang lagi kejadian serupa saat permintaan melonjak. Semua aspek harus diantisipasi dengan matang, termasuk kemungkinan pengajuan tahap kedua jika diperlukan.
Dengan adanya kuota tambahan, Disdag Mataram berharap dapat membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Ketersediaan stok elpiji 3 kg yang memadai juga diharapkan dapat menjaga harga tetap stabil. Hal ini penting agar tidak terjadi peningkatan harga akibat kekurangan pasokan di pasaran.
Sumber: AntaraNews