Didukung BRI, Indonesia Cup Testers Championship Hasilkan Juara Dunia Cup Tester Kopi
BRI terus mendorong kebutuhan industrialisasi kopi, salah satunya dengan mendorong talenta-talenta berbakat untuk terus belajar dan menjadi juara dunia.
Mandie Soengkono juara kedua di kompetisi World Cup Testers Championship 2023
Didukung BRI, Indonesia Cup Testers Championship Hasilkan Juara Dunia Cup Tester Kopi
Sebelumnya, Mandie Soengkono menjuarai Indonesia Cup Testers Championship yang dihelat di JIExpo Kemayoran pada kegiatan BRI & Pegadaian Indonesia Coffee Festival (ICF) 2023 awal Juni silam. Acara ini merupakan kerja sama antara Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan PMO Kopi Nusantara, platform multi-stakeholders partnership industri kopi di Indonesia yang diinisiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Kompetisi ini didukung oleh BRI, Pegadaian, PTPN Holding, dan Pupuk Indonesia.
Menurut Erick Thohir, kesuksesan Mandie ini menjadi contoh dari hasil investasi SDM yang dilakukan oleh Indonesia. "Investasi di sumber daya manusia, investasi di generasi muda, investasi riset dan pengembangan, investasi di inovasi adalah kunci menjaga pertumbuhan Indonesia hingga 2045," ujar Erick di berbagai kesempatan.
Kesuksesan Mandie menjadi juara dunia adalah salah satu bukti keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan talenta-talenta terbaik di industri kopi nasional terutama di sektor hilir. Pada BRI & Pegadaian Indonesia Coffee Festival (ICF) 2023 sebelumnya, Direktur Utama BRI, Sunarso, menekankan bahwa BUMN terus mendukung hilirisasi kopi nasional.
Salah satunya dengan mendorong talenta-talenta berbakat untuk terus belajar dan menjadi juara dunia.
Sunarso juga menyebutkan bahwa BRI terus mendorong kebutuhan industrialisasi kopi.
"Visi kita adalah menjual kopi dengan nilai tambah yang maksimal. Visinya itu, dan sudah barang tentu dijual secara global," ujar Dirut BRI Sunarso.
Untuk mendukung aspirasi tersebut, Sunarso mengungkapkan bahwa BRI siap memenuhi kebutuhan industrialisasi produk pangan tersebut, terutama komoditas kopi bekerja sama dengan semua stakeholders di PMO Kopi Nusantara. Perseroan pun sudah memetakan strateginya. Pertama, dari sisi on farm atau di ladang yang dibutuhkan mulai dari analisis tanah, rekomendasi dan penyediaan pupuk, benih hingga pestisida. Atau bahkan jika perlu bebas dari pestisida menjadi kopi organik.
"Hal ini pun perlu disokong oleh berbagai pihak diantaranya banking dan financial institution untuk pendanaan. Kemudian penguatan sarana produksi, teknologi research and development, perlu adanya pendampingan budidaya dan off taker, dan harus di-cover asuransi supaya untung dan aman. Hal ini sudah ada semuanya pada ekosistem Program Makmur Kopi yang kami jalankan di PMO Kopi Nusantara," pungkasnya.