LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di tengah isu penurunan daya beli, kredit ritel malah tumbuh 7,6 persen

Nasib malang nampaknya sedang menghampiri berbagai toko ritel di Tanah Air. Satu per satu ritel menutup gerainya di seluruh wilayah. Terbaru, Lotus Departement Store menutup beberapa gerainya dengan memberikan diskon besar-besaran.

2017-10-31 21:32:17
Bisnis Ritel dan Waralaba
Advertisement

Nasib malang nampaknya sedang menghampiri berbagai toko ritel di Tanah Air. Satu per satu ritel menutup gerainya di seluruh wilayah. Terbaru, Lotus Departement Store menutup beberapa gerainya dengan memberikan diskon besar-besaran.

Beberapa pihak menyebut penyebab tutupnya gerai gerai tersebut diakibatkan daya beli masyarakat yang terus merosot. Sementara itu, pemerintah menyebut tidak ada penurunan daya beli yang terjadi hanyalah pergeseran pola konsumsi.

Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan kredit ritel justru naik di tengah gugurnya sejumlah industri ritel. Ritel tumbuh sebesar 7,6 persen dibandingkan koorporasi.

"Kredit ritell justru naik dan NPLnya paling kecil. Kredit ritel tumbuhnya lebih besar dibanding korporasi, yakni 7,6 persen. Salah satu bank yang memang spesialis di ritell," ujar Wimboh di Gedung Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (31/10).

Melihat hal tersebut, Wimboh mengatakan isu penurunan daya beli sudah terbantahkan. Sebab, data tersebut menunjukkan dari segi kredit ritel atau NPL (Non Performing Loan) tidak terganggu.

"Jadi sebenarnya untuk aktivitas ritel kayaknya enggak terganggu dari segi kredit ataupun NPL. Kemungkinan ini sebenarnya transaksinya tumbuh tapi outletnya berbeda," tegas Wimboh.

Advertisement

Baca juga:
Kisah Alun-alun Indonesia, toko ritel bertahan di tengah gencarnya belanja online
Strategi Ramayana pertahankan gerai ritel di tengah perkembangan teknologi
Meski gerai ritel banyak tutup, Ramayana tetap buka 3 toko baru hingga akhir tahun
Alasan ritel irit belanjakan uang untuk iklan televisi
Toko retail tutup, konsumsi listrik di Jakarta dipastikan turun
Belanja iklan toko ritel jauh tertinggal dari online

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.