Strategi Ramayana pertahankan gerai ritel di tengah perkembangan teknologi
Merdeka.com - Head of Marketing and Promotion PT Ramayana Lestari Sentosa, Ainu Rofik mengatakan banyaknya gerai ritel yang gulung tikar bukan dikarenakan adanya perpindahan sistem penjualan dari offline ke online. Sebab menurutnya, penjualan online hanya berkontribusi sebesar 1 persen terhadap penjualan.
Dia menilai, hal ini lebih dikarenakan industri ritel Tanah Air memang tengah melemah. Selain itu, fokus pemerintah dalam membangun infrastruktur juga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan industri ritel.
"Memang industri ritel kita sedang lesu, tapi kita kan bicara jangka panjang. Saya optimis tahun 2018 perekonomian Indonesia akan semakin bagus," kata Ainu di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/10).
Dia menambahkan, meski telah merambah ke bisnis online, namun Ramayana tetap mengedepankan toko offline, mengingat masih banyak masyarakat yang berbelanja ke toko offline. Terlebih lagi, Ramayana juga akan membuka gerai ritel baru hingga akhir tahun.
Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi agar gerai ritel Ramayana masih kokoh berdiri. Langkah utama yang dilakukan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, Ramayana Departement Store juga akan menjaga kualitas produk yang bagus dengan harga terjangkau. Tentunya, pemberian diskon besar-besaran tetap menjadi strategi bagi perusahaan untuk menarik minat masyarakat.
"Karena Ramayana ini masih market jadi kita benar-benar mengutamakan kualitas dan harga yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Jadi saya pikir itu strategi utama kita supaya mempertahankan di offline agar tetap kuat," imbuhnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya