Di Indonesia, baru industri mebel serap konten lokal besar
Pemerintah harus serius menggarap sektor hulu untuk menekan impor bahan baku industri.
Nasib industri di Tanah Air terbilang tragis. Sebab, mayoritas bahan baku masih menggunakan produk impor. Dari sekian banyak industri, hanya industri furniture atau mebel yang sudah menggunakan banyak bahan baku lokal.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Ina Primiana mengatakan hal ini dapat terjadi karena industri dalam negeri kekurangan bahan baku dari hulu.
"Hulu kekurangan bahan baku, furniture juga hanya Sulawesi, harusnya juga didukung dengan kebijakan memudahkan mereka," ucap Ina dalam diskusi di Jakarta, Selasa (28/1).
Menurut Ina, hal ini sangat berbeda dengan kebijakan India dan Brazil. Di kedua negara tersebut, jika industri menggunakan konten lokal, maka pemerintah memberikan dukungan maksimal.
"Brazil dan India jika konten lokal lebih 65 persen ada tax kredit dan kemudahan. Jadi memaksa mereka gunakan konten lokal dan pemerintah harus siapin hulunya," tegasnya.
Ina menyebut, kini meski basis produksi industri bertumbuh pesat di dalam negeri tapi komponen yang digunakan masih impor. Padahal, jika pemerintah serius menggarap sektor industri dari hulu hingga hilir maka keuntungan beruntunnya sangat besar bagi masyarakat.
"Padahal ini memberikan multiplier effect ke gross nasional income-nya. Kapasitas kita mampu tapi sekarang banyak hambatan internal. Harus segera dibahas solusinya di tataran Menko," tutupnya.
Baca juga:
Schroders incar investor dari kalangan ibu rumah tangga
Pasar bebas ASEAN buat pengangguran bertebaran tahun depan
Strategi India, China dan Jepang tahan serbuan barang impor
Impor pakaian Indonesia mulai dari celana dalam sampai batik
Laku dikonsumsi, populasi ikan Pari Manta hilang 57 persen