LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di era Jokowi-JK, jumlah orang miskin bertambah 860.000

Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2015 mencapai 28,59 juta jiwa.

2015-09-15 14:01:41
Kemiskinan
Advertisement

Sudah hampir setahun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjalankan roda pemerintahan dengan pelbagai kebijakannya. Yang mengejutkan, jumlah orang miskin di era kepemimpinan Jokowi-JK justru semakin banyak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2015 mencapai 28,59 juta jiwa atau sebesar 11,22 persen. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2014, maka selama enam bulan tersebut terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 860.000 orang.

"Jadi pada Maret 2015 yang 11,22 persen ini dibandingkan dengan September 2014 terjadi peningkatan 0,26 persen. Tetapi dibandingkan dengan Maret 2014 ini sebetulnya terjadi penurunan 0,03 persen karena Maret 2014 (persentase kemiskinan) sebesar 11,25 persen," ujar Kepala BPS, Suryamin di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9).

Advertisement

Hasil analisa BPS, naiknya angka kemiskinan lantaran jumlah penduduk yang meningkat pesat. Jumlah penduduk naik sekitar 3-4 juta orang dalam kurun waktu setahun.

"Ini (naiknya angka kemiskinan) jangan terus kaget, ini karena pertambahan penduduk lebih cepat dari pertambahan penduduk miskin," jelas Suryamin.

Suryamin tidak menampik, ada faktor lain di luar pertumbuhan penduduk yang ikut mendorong naiknya jumlah penduduk miskin. Semisal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena itu jumlah orang yang berada di garis kemiskinan semakin meningkat.

Advertisement

"Kalau garis kemiskinan meningkat tidak diikuti oleh pendapatan masyarakat yang meningkat maka akan menambah jumlah orang yang pendapatan dan pengeluarannya di bawah garis kemiskinan. Peningkatan jumlah penduduk miskin," jelas Suryamin.

Baca juga:
Rizal Ramli akui tingkat kesejahteraan masyarakat belum membaik
Menko Rizal sebut sistem ekonomi Jokowi tak bisa sejahterakan rakyat
Bukti paket kebijakan Najib Razak lebih efektif dibanding Jokowi
Kisah orang miskin sukses sekolahkan anak bikin haru
Era Jokowi-JK, kesejahteraan justru menurun
Dituding sembunyikan data kemiskinan, BPS membela diri
Ahok akui banyak warga Jakarta belum nikmati air bersih

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.