LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di Balik Tekanan Rupiah, Ekonom Ungkap Persoalan Lama yang Terpendam

Penurunan nilai rupiah terjadi bukan hanya disebabkan oleh faktor global, tetapi juga oleh masalah fiskal yang ada di dalam negeri.

Kamis, 23 Apr 2026 20:16:39
rupiah
Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot ha (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak hanya disebabkan oleh tekanan global. Hal ini juga mencerminkan ketidakkuatan fundamental ekonomi domestik, terutama dalam aspek fiskal. Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, berpendapat bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang belum ditangani dengan baik. Dia menyatakan bahwa gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak memang memberikan tekanan tambahan. Namun, masalah utama justru berasal dari dalam negeri.

"Dari sisi domestik, pengelolaan fiskal kita. Ini mendorong capital outflow karena investor melihat pasar keuangan Indonesia, termasuk SBN, jadi kurang menarik," ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis (24/4/2026).

Huda menjelaskan bahwa menurunnya minat investor asing berdampak langsung pada permintaan rupiah yang melemah, sehingga nilai tukar rupiah terus terdepresiasi. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pelebaran defisit anggaran dapat meningkatkan risiko fiskal.

"PR utama ada di fiskal. Pemerintah perlu segera memperbaiki," tegasnya. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam memperbaiki pengelolaan fiskal agar dapat menarik kembali minat investor. Dengan perbaikan yang tepat, diharapkan nilai tukar rupiah dapat stabil dan fundamental ekonomi domestik menjadi lebih kuat.

Advertisement

Mata Uang Lainnya juga Alami Gejolak

Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot ha © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan mengenai nilai tukar rupiah yang telah mencapai angka 17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Ia menekankan bahwa rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang mengalami pelemahan. Meskipun demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan mata uang Garuda.

"Mata uang di regional juga bergejolak. Ya itu lihat gejolak global juga. Jadi ya kita monitor saja," ujar dia saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Advertisement

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi kurs rupiah di tengah situasi yang tidak menentu saat ini. Hal ini dikarenakan nilai tukar rupiah telah melampaui asumsi dalam RAPBN 2026 yang sebesar Rp 16.500 per dolar AS. "Nanti kita monitor saja, karena ini enggak bisa kita setiap hari reaktif, dan itu BI yang tugasnya menjaga," kata Menko Airlangga. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang mencapai 17.300 dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga berdampak pada mata uang di kawasan.

Mengikuti Tren Regional Saat Ini

Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot ha © 2026 Liputan6.com

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah masih mengikuti tren yang terjadi di kawasan.

"Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional," kata Destry kepada Liputan6.com. Dalam catatan year-to-date, nilai rupiah tercatat melemah sebesar 3,54 persen. Meskipun demikian, pihak BI berpendapat bahwa pelemahan tersebut masih terbilang wajar jika dibandingkan dengan mata uang negara lain di kawasan yang juga mengalami tekanan yang serupa.

Advertisement

"Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen," ujarnya.

Berita Terbaru
  • KAI Buka Suara Soal Viral Penumpang Masak Mi Pakai Kompor Listrik di Gerbong Kereta
  • GoSend Kini Punya Fitur Kode Terima Paket, Begini Cara Menggunakannya
  • KPU Siapkan Pemutakhiran Data Pemilih dan Dapil Khusus IKN untuk Pemilu 2029
  • Marah-Marah Lawan Polisi karena Ogah Ditilang, Warga Italia di Bali Segera Dideportasi
  • Libatkan Komtek, BKI Pastikan Aturan Klasifikasi Relevan bagi Industri Maritim dan Perkembangan Teknologi
  • berita update
  • konten ai
  • kurs dolar as
  • rupiah
  • rupiah anjlok
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
I
Reporter Immanuel Christian, Arthur Gideon
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.