Daya beli masyarakat turun, pemerintah diminta pangkas harga BBM
Mengingat, harga minyak dunia saat ini berada di titik terendah, sekitar USD 40 per barel.
Pemerintah diminta kembali menurunkan harga bahan bakar minyak. Mengingat, harga minyak dunia saat ini berada di titik terendah, sekitar USD 40 per barel.
Dekan Universitas Paramadina cum Ekonomi Firmanzah mengatakan, penurunan harga BBM dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Dengan turunnya harga jual Premium, tentu akan kembali meningkatkan konsumsi domestik. Apalagi, saat ini daya beli masyarakat menurun ditengah perlambatan ekonomi," katanya di Jakarta, Rabu (25/11).
Menurut mantan staf khusus bidang ekonomi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu konsumsi masyarakat masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. Jika mesin itu melambat, target pertumbuhan ekonomi sebesar5,3 persen berpotensi tak tercapai pada tahun depan.
"Turunkan harga BBM, perlu dipertimbangkan oleh pemerintah," katanya. "Kalau mesin utama nggak bergerak, kalau didorong sedemikain rupa, nggak akan sampai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen."
Di sisi lain, dia berharap pemerintah tak membuat kebijakan yang bisa menggerus daya beli masyarakat.
Baca juga:
Survei: Banyak masyarakat tak tahu subsidi BBM Rp 300 T dicabut
Tak hanya Jokowi, pemerintah Arab pertimbangkan cabut subsidi BBM
Cabai, tarif listrik, hingga Solar sumbang deflasi Oktober 2015
Optimalisasi kilang, pemerintah potensi setop impor solar 2016
Pertamina dan AKR Corporindo jadi penyalur BBM subsidi tahun depan
Ini 3 penyebab turunnya konsumsi Premium di Tanah Air