Optimalisasi kilang, pemerintah potensi setop impor solar 2016
Merdeka.com - Pemerintah berpotensi menyetop impor solar tahun depan. Ini seiring optimalisasi produksi dua kilang Pertamina.
"Disamping memang kebutuhan solar menurun, dan juga karena konversi bahan bakar minyak ke gas. Secara manajemen supply chain ada perbaikan yang cukup signifikan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Jakarta, kemarin.
Dia mengungkapkan, Pertamina bakal mengelola kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Kilang tersebut bisa memproduksi BBM hingga 800 ribu barel per hari, sehingga akan menghemat impor premium sebanyak 30 persen.
"Begitupun kondensat yang selama ini di ekspor akan diolah oleh kilang ini. Itu artinya kita akan optimalisasi dari sisi supply chain."
Begitu pula dengan kilang Cilacap, Jawa Tengah. Proyek pembangunan residual fluid catalytic cracking (RFCC) Refinery Unit VI sudah beroperasi hampir 100 persen.
"Kilang di Cilacap yang mungkin minggu depan akan diresmikan. Bahkan menurut perkiraan 2016 bisa-bisa kita tidak perlu impor solar."
Saat ini, impor premiun dan solar sudah menurun masing-masing hingga 37 persen dan 80 persen.
"Berkat kenaikan produksi dan juga optimalisasi kilang. Apabila proyek kilang termasuk kerja sama dengan Aramco di tandatangani, maka ketahanan supply kita akan makin baik," tuturnya.
Sudirman menambahkan, kapasitas penyimpanan BBM naik menjadi 12 persen. Begitu pula dengan kapasitas tangki milik kontraktor migas swasta juga mengalami kenaikan selama satu tahun.
Konsumsi BBM menurun hingga 9 persen, dan ketahanan stok BBM naik dari 24,3 hari menjadi 29,3 hari.
"Dulu kami mengatakan dalam setahun akan mencapai 30 hari, ini masih ada waktu 1,5 bulan lagi. mudah mudahan 30 hari bisa dicapai." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya