Dapat Suntikan Dana dari Kemenkeu, Proyek Tol Getaci Ditargetkan Rampung 2028
Proyek tol Getaci mendapat fasilitas Project Development Fascility (PDF) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap kabar terbaru proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci). Rencana proyek itu disebut baru akan digarap dalam dua tahun kedepan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mengatakan proyek tol Getaci mendapat fasilitas Project Development Fascility (PDF) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Nanti Kementerian Keuangan yang akan menugaskan kepada BUMN di bawahnya Kementerian Keuangan untuk melaksanakan penyiapan dokumen-dokumen atau penyiapan projek tadi," ungkap Komang di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6).
Beberapa dokumen itu berkaitan dengan prastudi kelayakan hingga studi kelayakan atau feasibility study (FS), termasuk juga dokumen izin lingkungan serta pengadaan tanah.
Dengan demikian, harapan Komang, proyek jalan tol tersebut bisa dikerjakan dalam waktu dua tahun ke depan atau 2028 mendatang.
"Nah, harapannya fasilitas PDF ini diberikan dari tahap penyiapan sampai tahap transaksi atau tahap lelangnya. Nah, ini diperkirakan kurang lebih akan memerlukan waktu 2 tahun. Itu yang untuk progres Getaci," jelas Komang.
Tinjau Ulang Dokumen
Komang mengatakan, proyek tol Getaci sebelumnya telah mendekati kontrak. Namun, saat ini pihaknya tengah melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah dokumennya.
"Untuk saat ini progres yang kami sedang siapkan adalah untuk mengupdate kembali, mereview kembali dokumen studi kelayakannya atau FS-nya," kata dia.
"Sampai dengan nanti semua proyek kesiapannya, readiness criteria-nya, FS, Amdal, izin lingkungan, andalalin (analisis dampak lalu lintas), DPPT (dokumen perencanaan pengadaan tanah), itu sedang kami siapkan," sambung Komang.
Tol Getaci Minim Investor
Sebelumnya, Proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang digadang-gadang menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek tol dengan panjang lebih dari 200 kilometer tersebut masih terkendala minimnya minat investor.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan rendahnya minat investor umumnya disebabkan oleh proyeksi lalu lintas kendaraan (trafik) yang dinilai kurang menarik secara finansial.
"Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu tidak banyak minatnya, ya biasanya karena trafiknya kurang," ujar Dody di Kementeria PU ditulis Sabtu (11/4).
Trafik Jadi Penentu
Ia menjelaskan, dalam proyek jalan tol, tingkat trafik menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan investasi. Jika trafik rendah, pemerintah biasanya memberikan dukungan pendanaan atau chip in untuk meningkatkan daya tarik proyek.
Namun, keterbatasan anggaran membuat opsi tersebut sulit dilakukan saat ini.
"Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in. Dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in-nya pemerintah akhirnya dipinggirkan," ujarnya.
Dalam catatan, proyek Tol Getaci telah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2020, namun beberapa kali gagal lelang dan kini masih dalam tahap evaluasi untuk dilelang kembali.