Dampak Pandemi Covid-19, Penerimaan Asli Daerah Turun 5,3 Persen di 2020
Secara total, PAD terhadap pendapatan keseluruhan daerah mencapai 22,06 persen. Ini jauh lebih rendah. Sebab, pada tahun-tahun sebelum ekonomi mengalami ketidakpastian, total pendapatan asli daerah bisa mencapai 24 persen sampai dengan 25 persen dari APBD.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada 2020 hanya sebesar Rp250,3 triliun. Angka ini turun 5,3 persen dari posisi tahun lalu yakni 2019 yang sebesar Rp293,6 triliun.
"Memang kondisi perekonomian yang turun juga terlihat di dalam APBD dari pemerintah daerah, penerimaan asli daerah menurun," kata dia dalam rapat kerja bersama dengan komisi IV DPD RI, Selasa (19/1).
Sri Mulyani mengatakan, secara total, PAD terhadap pendapatan keseluruhan daerah mencapai 22,06 persen. Ini jauh lebih rendah. Sebab, pada tahun-tahun sebelum ekonomi mengalami ketidakpastian, total pendapatan asli daerah bisa mencapai 24 persen sampai dengan 25 persen dari APBD.
"Jadi dalam hal ini pemerintah daerah juga menghadapi syok dari penerimaan dalam penerimaan asli daerahnya," jelas dia.
Namun secara keseluruhan, Bendahara Negara itu mengatakan penerimaan asli daerahnya turun sekitar 15 persen. Hal itu terjadi dikarenakan dampak dari Covid-19.
"Penerimaan asli daerahnya turun sekitar 15 persen," jelasnya.
Baca juga:
Pemerintah Perpanjang Penyaluran BLT Desa Hingga Akhir 2021
Kemenkeu Salurkan Dana Desa Rp762 Triliun Hingga Akhir 2020
Kemenkeu: Penyaluran Bantuan Sosial Naik 82 Persen Akibat Pandemi Virus Corona
Pemerintah Gelontorkan Rp34 Triliun Subsidi Pupuk Sepanjang 2020
Ada Listrik Gratis, Subsidi Energi Tembus Rp108 Triliun di 2020
Desember 2020, Utang Indonesia Bengkak Jadi Rp6.074 Triliun