LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dalam sebulan, saham BTN turun 15,72 persen

Dari data BEI, tercatat hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (25/11) saham perseroan berada di level Rp 1.635 atau anjlok 15,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya, (25/10) di posisi Rp 1.940.

2016-11-28 14:53:01
bursa saham
Advertisement

Saham PT Bank Tabungan negara Tbk (BBTN) dalam sebulan terakhir tercatat mengalami penurunan 15,72 persen.

Dari data BEI, tercatat hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (25/11) saham perseroan berada di level Rp 1.635 atau anjlok 15,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya, (25/10) di posisi Rp 1.940

Koreksi ini dipicu pelemahan nilai tukar Rupiah di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan the Fed Rate yang mendorong aksi jual signifikan oleh investor domestik dan asing terhadap saham-saham emiten di Bursa Efek Indonesia. Ini juga seiring aksi jual cukup besar dilakukan terhadap saham-saham sektor perbankan.

Advertisement

Siang ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Senin (28/11). Rupiah dibuka di level Rp 13.450 per USD lalu melemah tajam ke Rp 13.526 per USD.

Di samping sentimen eksternal, investor juga mengkhawatirkan dampak sejumlah isu domestik terhadap stabilitas politik, ekonomi dan keamanan domestik dalam beberapa pekan ke depan.

Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) menilai adanya rencana aksi demonstrasi pada 2 Desember 2016 akan membuat penjualan bisnis properti di Jakarta mengalami penurunan.

Advertisement

Ketua Umum REI, Eddy Hussy mengatakan, aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta sedikit banyak berdampak negatif ke industri properti, terlihat dari penjualan yang mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2016.

"Penjualan turun karena kepastian keamanan maupun politik menjadi sentimen negatif bagi pembeli terhadap properti," terangnya.

Eddy menambahkan pembeli properti di Jakarta rata-rata berinvestasi jangka menengah dan panjang, sehingga jika situasi tidak kondusif maka masyarakat akan menunda atau batal membeli properti.

"Ini mau ada lagi rencana demonstrasi, sudah pembeli hati-hati dulu melihat kondisi keamanan," terangnya.

Eddy berharap, pemerintah dapat mengatasi berbagai kondisi yang terjadi dengan cepat, sehingga keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Jakarta tetap terjaga dengan baik.

Baca juga:
PP Properti siapkan belanja modal Rp 2 triliun untuk 2017
Elnusa anggarkan belanja modal Rp 1 T tahun depan
Pencaplokan Blok Mahakam oleh Pertamina gerus pendapatan Elnusa
Adhi Karya target raup nilai kontrak Rp 44 T pada 2017
Ditjen Pajak: Tunggakan pajak emiten di bursa capai Rp 94 triliun

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.