LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Chatib Basri Usul Nilai Bantuan Langsung Tunai Naik Jadi Rp 1 Juta

Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengusulkan perluasan cakupan penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selain itu, dia juga mengusulkan adanya penambahan nilai bantuan menjadi Rp 1 juta per keluarga, dari yang sebelumnya Rp 600.000 per keluarga.

2020-07-28 14:12:00
Chatib Basri
Advertisement

Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengusulkan perluasan cakupan penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selain itu, dia juga mengusulkan adanya penambahan nilai bantuan menjadi Rp 1 juta per keluarga, dari yang sebelumnya Rp 600.000 per keluarga.

"BLT coverage-nya jangan hanya yang miskin harus bisa diperluas dan nilainya Rp 1 juta," kata dia dalam webinar bertajuk Mid-Year Economic Outlook 2020, Selasa (28/7).

Menurutnya, masih ada keluarga miskin di penjuru wilayah Indonesia yang belum tersentuh manfaat BLT. Pihaknya mencatat setidaknya saat ini ada 30 juta rumah tangga miskin yang tengah dihadapkan pada kondisi sulit akibat pandemi ini.

Advertisement

Di sisi lain, BLT merupakan bantuan sosial (bansos) yang lebih fleksibel untuk dicairkan masyarakat. "Kenapa saat pesta perkawinan di kasih uang? karena yang paling gampang cash transfer," jelas dia.

Selain itu, bantuan uang tunai ini diyakini dapat lebih mudah diawasi penyalurannya berbeda dengan jenis bansos lainnya. "BLT ini tidak ada titipan, beda dengan bansos bahan sembako," contoh dia.

Selain itu, dia juga mengusulkan agar paket bantuan berupa insentif pajak dialihkan untuk BLT ataupun lembaga keuangan lainnya. Apalagi mayoritas perusahaan menunggak pajak sebab terhentinya aktivitas produksi dan turunnya permintaan.

Advertisement

Maka dari itu, mengalokasikan ke BLT ataupun penjaminan kredit dan subsidi bunga diyakini dapat memperbaiki daya beli masyarakat. Sehingga geliat pasar dalam negeri dapat pulih secara bertahap.

"Nah, kalau sudah selesai baru diberikan paket insentif pajak. Setelah permintaan ada, ekspansi moneter bisa mengambil alih," tukasnya.

Baca juga:
Bagikan BMK, Jokowi Minta Pedagang Tidak Gunakan Bantuan Untuk Beli Handphone & Pulsa
Mendes Abdul Sebut Penyaluran BLT Dana Desa Tak akan 100 Persen, Ini Alasannya
Capai 98 Persen, BLT Dana Desa Sudah Tersalurkan Rp 10,83 Triliun
Wapres Ma'ruf Amin: Pemerintah Perluas Penyaluran Bansos Hingga Desember
Pemicu Kerusuhan di Mandailing Natal Diduga Permintaan Jatah 30 Persen BLT
Tersangka Kasus Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Lagi, Total 20 Orang

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.