Chatib Basri Beberkan Alasan Mobilitas Orang Masih Tinggi Meski Ada PSBB
Menurutnya, hal ini disebabkan oleh belum maksimalnya pemberian bantuan sosial (bansos) atau bantuan langsung tunai (BLT) terhadap masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah dan menengah.
Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri angkat suara atas tingginya mobilitas masyarakat di tengah penerapan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh belum maksimalnya pemberian bantuan sosial (bansos) atau bantuan langsung tunai (BLT) terhadap masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah dan menengah.
"Mobilitas masih tinggi, itu karena sangat sulit menerapkan PSBB tanpa memberikan bansos atau BLT bagi kelompok miskin. Orang harus tinggal di rumah tanpa bantuan. Maka dia harus keluar rumah untuk melakukan kerja apa saja," tegas dia dalam acara Bincang APBN 2021 bertajuk Percepat Pemulihan, Perkuat Reformasi Ekonomi, Selasa (13/10).
Kemudian, terkait tingginya mobilitas kelas menengah saat PSBB lebih diakibatkan oleh kebijakan perusahaan yang masih mengharuskan karyawan untuk melakukan aktivitas produksi. "Jadi lebih ke kebijakan perusahaan," singkatnya.
Oleh karena itu, mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY mengatakan, tanpa pemberian bansos atau blt, maka PSBB hanya bisa diterapkan oleh kelompok masyarakat menengah atas. "Karena mereka kelompok menengah atas yang bisa tinggal di rumah, mereka punya tabungan" jelas dia.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) menekan mobilitas penduduknya ke DKI Jakarta. Dia menekankan perlunya sinergitas antar daerah menyusul pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI.
"Perlunya sinergitas antar daerah terutama yang bersebelahan. Dalam hal ini contoh yang perlu kita perhatikan bersama adalah daerah-daerah penyangga di seputar DKI Jakarta yaitu Bodebek, baik kota maupun kabupaten," kata Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9).
Menurut dia, penduduk daerah-daerah penyangga ibu kota ini memiliki mobilitas yang tinggi ke Jakarta. Untuk itu, pemda di daerah penyangga harus bisa menekan mobilitas penduduknya agar penerapan PSBB berhasil menurunkan penyebaran virus corona di DKI.
"Karena daerah ini aktivitas masyarakat nya saling memiliki mobilitas yang tinggi dengan DKI Jakarta, maka dari itu agar pemerintah daerah betul-betul dapat menekan kasusnya, menekan mobilitas penduduk, agar potensi penularannya dapat dicegah," jelasnya.
Baca juga:
Langgar Protokol Kesehatan, Satu Kafe di Bekasi Disegel
Pemkot Serang Kembali Perpanjang PSBB hingga 20 Oktober 2020
Kenaikan Jumlah Penumpang saat PSBB Transisi, KCI Akan Evaluasi Perjalanan KRL
Ketua Satgas akan Evaluasi PSBB Transisi Jika Jakarta Alami Peningkatan Kasus
Wali Kota Bekasi Tak Perpanjang Maklumat, Jam Malam Kembali Pukul 21.00 WIB
IHSG Diprediksi Positif Seiring Diterapkannya PSBB Transisi DKI Jakarta