Cerita Sri Mulyani Sulit Beli Susu Saat Krisis Ekonomi 98
Saat itu Sri Mulyani sebagai seorang ibu muda yang memiliki anak kecil, sangat kesulitan membeli susu formula.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan kondisinya saat terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998. Saat itu kondisi ekonomi nasional cukup kacau karena banyak kerusuhan terjadi dimana-mana. Masyarakat kesulitan melakukan aktivitas keuangan dan membeli kebutuhan sehari-hari.
"Kita pernah mengalami krisis 98. Perbankan tutup, masyarakat panik, toko-toko tutup, terjadi kerusuhan," kata dia saat menjadi pembicara di hadapan ratusan anak muda yang menghadiri acara National Town Hall on Youth Engagement, di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (21/3).
Saat itu Sri Mulyani sebagai seorang ibu muda yang memiliki anak kecil, sangat kesulitan membeli susu formula.
"Kalau ibu - ibu muda seperti saya waktu itu khawatir tidak bisa membeli susu untuk anak kita. Bukan karena tidak punya uangnya, tapi tokonya tidak menjual karena kerusuhan," ujarnya.
Dari pengalaman itu Sri Mulyani berpesan kepada generasi muda untuk turut serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar peristiwa 98 tidak terulang kembali. "Hal inilah yang ingin kita hindari," ujarnya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengakui tidak mudah menjaga kondisi perekonomian tetap stabil. Banyak tantangan baik dari dalam negeri maupun global. Terlebih saat ini kondisi ekonomi dunia penuh ketidakpastian.
"Tantangan selalu banyak. dunia tidak pernah statis. Hari ini diumumkan oleh bank sentral Amerika (The Fed) bahwa tidak akan menaikkan suku bunganya , itu saja sudah mempengaruhi sedunia," tutupnya.
Baca juga:
Sri Mulyani Ajak Anak Muda Berperan Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur
Sri Mulyani: RI Sudah Lalui Pemilu Beberapa Kali, Jadi Tak Usah Dicemaskan
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sri Mulyani Sebut Tekanan Global Mulai Berkurang
Sri Mulyani Akui Bangun SDM Lebih Sulit Dibanding Infrastruktur
Sri Mulyani: Ada Orang Ibadahnya Bagus, Tapi Lihat Uang Lupa Semuanya