Cerita PLN butuh 49 tahun untuk bangun PLTA Jatigede
Cerita PLN butuh 49 tahun untuk bangun PLTA Jatigede. Awal rencana pembangunan sudah dimulai sejak 1967. Namun, baru terealisasi di 2016 kemarin. Terkendalanya pembangunan PLTA karena menunggu pembangunan waduk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR). Pembebasan lahan menjadi penyebab utama.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan waktu sekitar 49 tahun untuk mewujudkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede. Awal rencana pembangunan sudah dimulai sejak 1967. Namun, baru terealisasi di 2016 kemarin.
Terkendalanya pembangunan PLTA karena menunggu pembangunan waduk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR). Pembebasan lahan menjadi penyebab utamanya.
"Jadi ini sudah direncanakan sejak 1967, ini tidak mangkrak karena kendala waduk dan lahan tadi," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang di lokasi pembangunan, Jawa Barat, Kamis (6/4).
Nasri merinci, salah satu kendala pembangunan waduk adalah pemindahan penduduk yang mencapai 125 kepala keluarga. Ini memang dilakukan oleh Kementerian PU-PR, namun PLN membantu membangun infrastruktur melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility).
"Kendala banyak, itu ada pemindahan penduduk tapi itu ada di PU-Pera, selain itu ada perizinan, keuangan, banyak kendala," katanya.
Saat ini, semua kendala telah teratasi dan bahkan waduk Jatigede telah diresmikan Presiden Jokowi pada tahun lalu.
"Bendungan sudah selesai dan pembangunan sudah kita mulai dari 2016. Progres PLTA sudah 19 persen dan ditarget beroperasi di 2019."
Baca juga:
Menengok PLTA pertama bagian dari proyek 35.000 MW
Tahun ini, PLN siapkan Rp 120 triliun bangun transmisi listrik
DPR sebut penggunaan gas ketimbang Solar di pembangkit hemat Rp 70 T
Takut ganggu UN, Sumarsono minta PLN tunda pemadaman pada 10 April
PLTP Sarulla menelan dana hingga USD 1,6 miliar
Presiden Jokowi bakal resmikan PLTP terbesar di dunia
Jonan: PLTP Sarulla jadi pembangkit panas bumi terbesar di dunia