PLTP Sarulla menelan dana hingga USD 1,6 miliar
Merdeka.com - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Unit I berkapasitas 110 MW resmi beroperasi. Proyek pengembangan pembangkit panas bumi terbesar di dunia ini menghabiskan dana hingga USD 1,6 miliar.
Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro mengatakan, dana tersebut berasal dari pinjaman Japan Bank for International Corporation (JBIC), Asian Development Bank (ADB) dan enam bank dalam negeri.
"Kami habiskan USD 1,6 miliar untuk PLTP ini hingga 2018," ujar Hilmi dalam kunjungan di Tarutung, Sumatera Utara, Jumat (31/3).
Presiden Direktur PT Medco Power Indonesia, Fazil Erwin Alfitri mengatakan, PLTP Sarulla merupakan lapangan panas bumi terbesar di dunia. Adapun, kontrak PLTP tersebut diberikan hingga 30 tahun sejak PLTP Sarulla beroperasi penuh atau Mei 2018.
"Kontrak yang kami dapatkan mencapai 30 tahun sejak Unit III beroperasi atau Mei 2018," pungkas Fazil.
Proyek pengembangan PLTP Sarulla ini sudah dimulai sejak 1990. Wilayah kerja ini dibiarkan lama karena adanya terbentur aturan dan birokrasi pemerintah. Namun, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali melanjutkan proyek ini.
Akhirnya, wilayah kerja ini dikembangkan melalui skema Kontrak Operasi Bersama (KOB)/Joint Operation Contract (JOC) antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan Sarulla Operation Limited (SOL), sesuai amandemen kedua KOB dan Energy Sales Contract (ESC) yang ditandatangani pada 14 April 2013. Di mana, SOL merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Medco Power Indonesia - Itochu Corporation - Kyushu Electric Power Co., Inc dan Ormat International, Inc.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya