Cegah dampak PHK massal, pemerintah fokus sertifikasi pekerja lokal
Sertifikasi menjadi penting melindungi para pekerja saat perekonomian tengah sulit.
Kementerian Perindustrian mengatakan saat ini pihaknya fokus membenahi permasalahan sertifikasi serta pembangunan infrastruktur khususnya pendukung logistik di Tanah Air. Sertifikasi menjadi penting melindungi para pekerja saat perekonomian tengah sulit.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan sertifikasi pekerja juga sebagai langkah menekan angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Ini harus paralel, karena yang satu menangani SDM-nya, yang satu menangani infrastrukturnya. Harus paralel itu, supaya investor datang ke sini aman," ujar Putu di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (5/2).
Dia menyebut saat ini pekerja yang sudah memiliki sertifikasi masih terbatas. Akibatnya, saat marak terjadi PHK, banyak pekerja yang sulit langsung mendapatkan pekerjaan baru.
"Ini bisa menciptakan lapangan kerja, sekarang yang diPHK bagaimana mau dipindahin ketempat lain, tidak punya sertifikasi," pungkasnya.
Baca juga:
Saat ramai PHK massal, BUMN klaim justru butuh ribuan pekerja baru
Politis PDI-P: PHK tak bisa dianggap angin lalu
Kuartal I-2016, KSPI prediksi 5 ribu pekerja migas bakal menganggur
Yamaha Indonesia bantah isu pemangkasan pekerja
Penjualan turun, Astra Honda dan Yamaha disebut pangkas pekerja
Hengkangnya Panasonic & Toshiba ikut perburuk industri otomotif
Pemerintah mengaku kantongi jurus tangkal dampak PHK massal