LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Catatan LIPI, Hanya Butuh 15 Tahun Untuk China Jadi Raksasa Ekonomi Dunia

Peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (P2SDR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ahmad Helmy Fuady, menunjukkan data bahwa China dalam waktu singkat telah menjelma menjadi raksasa ekonomi dunia. Di mana, dalam waktu 15 tahun, China telah menjadi negara yang memiliki peran signifikan bagi dunia.

2018-12-15 10:30:00
China
Advertisement

Peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (P2SDR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ahmad Helmy Fuady, menunjukkan data bahwa China dalam waktu singkat telah menjelma menjadi raksasa ekonomi dunia. Di mana, dalam waktu 15 tahun, China telah menjadi negara yang memiliki peran signifikan bagi dunia.

"China muncul sebagai sebuah kekuatan yang sangat besar," katanya seperti dikutip dari Antara dalam seminar bertajuk Indonesia dalam Pusaran Global: Menghadapi Tantangan Game of Thrones, di Gedung LIPI, Jakarta, Sabtu (15/12).

Dia menjelaskan bahwa pada tahun 2001 masih belum banyak negara bekerja sama dengan China. "Di 2001 hampir tidak ada koneksi ke China, artinya sekitar 17 tahun yang lalu natural resources belum banyak mengalir ke sana, di dunia perdagangan belum banyak orang mempertimbangkan tentang China," katanya.

Advertisement

Namun, 15 tahun berselang ternyata China telah mampu menjadi pusat perdagangan dunia. "Di 2016 kita lihat bagaimana dia jadi pusat dari perdagangan dunia," kata pria yang karib disapa Helmy ini.

Salah satu buktinya adalah besarnya porsi produk domestik bruto (PDB) China terhadap jumlah PDB seluruh dunia. "Saat ini China sudah sekitar 15 persen GDP-nya dibanding GDP dunia," katanya.

China pun telah melakukan ekspansi bisnis dengan baik di Afrika. Dia mencontohkan salah satunya di wilayah Afrika, tulisan berbahasa China terdapat di banyak tempat yang menunjukkan besarnya kerjasama antara kedua negara.

Advertisement

Helmy juga menceritakan bahwa di beberapa negara Asia Tenggara, infrastruktur yang dibangun banyak yang berasal dari negara China. "Hal yang sama juga ditemui oleh teman-teman kami yang melakukan penelitian di Asia Tenggara, di kota-kota perbatasan Vietnam, Thailand, dan sebagainya, bagaimana pengaruh infrastruktur China itu masuk begitu pesat ke sana," katanya.

Pihaknya meminta pemerintah agar melakukan upaya penguatan produk ekspor dan meningkatkan kerja sama bilateral untuk bersaing dengan ekspansi agresif yang dilakukan oleh China.

Baca juga:
China Sebar Utang, Ke Negara Mana Sajakah?
Terlibat sengketa perdagangan dengan AS, China akan gelar dialog antar-pemimpin
Harga minyak dunia merosot dipicu perang dagang AS - China
Ini kondisi perekonomian dunia terkini pantauan BI
DPR apresiasi sikap pemerintah tolak tandatangan MoU OBOR dengan China
AS-China perang dagang, apa dampak dan yang harus diantisipasi Indonesia?
Penunggak kartu kredit di China bakal dilarang naik kereta api

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.