Cara Terhindar dari Saham Gorengan Agar Tidak Rugi
Bagi para pemain investasi pasti tidak familiar dengan saham gorengan. Saham gorengan sudah dikenal sejak lama, bahkan kasus-kasus yang terjadi pun sudah banyak. Misalnya baru-baru ini kasus saham Adani Group milik konglomerat asal India Gautami Adani yang diduga memanipulasi saham.
Bagi para pemain investasi pasti tidak familiar dengan saham gorengan. Saham gorengan sudah dikenal sejak lama, bahkan kasus-kasus yang terjadi pun sudah banyak. Misalnya baru-baru ini kasus saham Adani Group milik konglomerat asal India Gautami Adani yang diduga memanipulasi saham.
Perlu diketahui, saham gorengan akan memberikan anda kerugian yang sangat besar jika anda tidak berhati-hati dan waspada pada penjualan saham gorengan. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara menghindari saham gorengan, yuk simak selengkapnya.
1. Belilah saham sedikit demi sedikit
Anda harus berpikir dengan bijak ketika ingin membeli saham, jangan sampai anda menginvestasikan semua uang anda pada satu saham saja. Istilah "Don't put your egg in one basket' menjadi istilah yang paling populer di dunia investasi. Ini dimaksud adalah anda mengalokasikan investasi pada beberapa instrumen atau jenis yang lainnya jangan pada instrumen yang sama.
2. Pantaulah harga pasar
Anda harus waspada dan memantau selalu harga pasar. Saham gorengan yang dikendalikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini sangat sulit untuk ditebak, karena anda tidak akan mengetahui kapan saham tersebut naik dan kapan saham itu turun drastis. Maka dari itu anda harus terus memantau harga pasar.
Apabila saham yang anda miliki turun dan melebihi batas profil yang anda sudah tetapkan, maka segeralah untuk menjual rugi saham tersebut. Cara ini merupakan cara untuk menghindari kerugian yang anda akan alami lebih besar.
Baca juga:
Jangan Sampai Terjebak, Kenali Ciri-Ciri Saham Gorengan
Kenali Apa Itu Saham Gorengan dan Risikonya
Anggota DPR: IPO PGE Bukan Privatisasi, Hanya 25 Persen Saham Dilepas ke Publik
Naik 67 Persen, Laba BRI Tembus Rp51,4 Triliun di 2022
Keuntungan PGE Melantai di Bursa Saham, Termasuk Kontrol Perusahaan Semakin Ketat
Jokowi Ingatkan OJK: Jangan Ada Goreng-Goreng Seperti Gautam Adani