Capai 5,33 Persen, Ini Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Banten yang Melampaui Ekspektasi
Gubernur Banten Andra Soni memaparkan **pertumbuhan ekonomi Banten** triwulan II 2025 mencapai 5,33%, melampaui ekspektasi. Apa saja faktor pendorong dan tantangan yang dihadapi daerah ini?
Gubernur Banten Andra Soni memaparkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Banten pada triwulan II tahun 2025. Capaian ini menunjukkan angka 5,33 persen yang melampaui ekspektasi banyak pihak, didukung realisasi investasi Rp60,7 triliun.
Paparan ini disampaikan dalam CEO Gathering APINDO Banten yang berlangsung di Kabupaten Tangerang pada Jumat (19/9). Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Gubernur menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Andra Soni secara khusus meminta masukan dari para pengusaha mengenai kondisi riil di lapangan. Hal ini dilakukan agar kebijakan ekonomi yang dirumuskan pemerintah dapat berjalan efektif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi Provinsi Banten secara berkelanjutan.
Peran Vital Dunia Usaha dalam Mendorong Ekonomi Banten
Andra Soni menegaskan bahwa pengusaha merupakan salah satu penunjang utama keberhasilan daerah. "Pengusaha adalah salah satu penunjang keberhasilan daerah," kata Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Banten, Sabtu. Melalui dialog seperti CEO Gathering, pemerintah ingin mendapatkan perspektif langsung dari pelaku usaha.
Pemerintah daerah membutuhkan saran, masukan, bahkan koreksi dari pengusaha untuk memastikan kebijakan ekonomi berjalan efektif. Gubernur menyatakan, "Bagaimana kita bisa memperkuat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Provinsi Banten." Kontribusi sektor swasta sangat besar dalam pembangunan.
"Swasta sangat berperan dalam pembangunan," ujar Gubernur Andra Soni dengan tegas. Sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga distribusi ekonomi yang merata.
Potensi Besar dan Tantangan Ekonomi Banten
Ketua Bidang Perdagangan DPP APINDO, Anne Patricia Sutanto, menilai capaian ekonomi nasional yang tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025 sudah melampaui ekspektasi. "Tidak hanya angka, pertumbuhan ekonomi juga harus terdistribusi," katanya. Banten memiliki potensi besar yang perlu dimaksimalkan.
Provinsi Banten memiliki 80 persen produk domestik regional bruto (PDRB) yang berasal dari industri pengolahan. Kontribusi ekspor nonmigas yang signifikan serta keberadaan 17 kawasan industri besar menunjukkan kekuatan sektor manufaktur. Provinsi ini juga didukung oleh 6,2 juta angkatan kerja produktif.
Meskipun demikian, Anne mengingatkan soal tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Banten. Tantangan tersebut meliputi harga gas, listrik, logistik, dan perizinan yang kompleks. Ketua DPD APINDO Banten, Tomi Rahmatullah, menambahkan bahwa infrastruktur jalan dan kualitas tenaga kerja juga mempengaruhi daya saing usaha.
Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Banten Unggul
Acara CEO Gathering APINDO Banten menjadi kesempatan berharga untuk mencari solusi bersama atas berbagai tantangan yang ada. Dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif. Ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
EVP dan CAO PT Paragon Technology and Innovation, A Miftahudin, menekankan pentingnya kolaborasi erat. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri dapat menjadikan Banten sebagai wilayah unggulan manufaktur di tingkat nasional. Sinergi ini akan membuka peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Melalui upaya bersama, Provinsi Banten diharapkan tidak hanya mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun juga mampu menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews