Cabai Rawit Hingga Daging Ayam Jadi Penyebab Inflasi Maret 0,08 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Maret 2021 sebesar 0,08 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi Februari yang sebesar 0,10 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, menurut kelompok pengeluarannya, inflasi ini disebabkan oleh makanan, minuman dan tembakau.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Maret 2021 sebesar 0,08 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi Februari yang sebesar 0,10 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, menurut kelompok pengeluarannya, inflasi ini disebabkan oleh makanan, minuman dan tembakau.
"Menurut kelompok pengeluarannya, makanan, minuman dan tembakau memberi andil inflasi sebesar 0,1 persen," ujar Setianto dalam pemaparan rilis BPS, Kamis (1/4).
Untuk bahan makanan, komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi meliputi cabai rawit dengan andil 0,04 persen, lalu bawang merah 0,02 persen, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, ikan yang diawetkan dan asisten rumah tangga dengan andil 0,01 persen.
Sementara itu, terdapat juga komoditas penyumpang terjadinya deflasi, yaitu dari harga mobil hingga emas. "Kemudian komoditas yang memberi andil deflasi itu yang berkaitan dengan mobil -0,03 persen, kemudian emas perhiasan dan cabai merah 0,02 persen dan beras 0,01 persen," katanya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Harga Cabai Rawit Naik, Inflasi Maret 2021 Capai 0,08 Persen
Inflasi Terendah Sepanjang Sejarah Dipicu Anjloknya Permintaan Kredit
Kenaikan Tarif Tol dan Harga Tiket Pesawat Picu Inflasi
3 Alasan Pemerintah Tetap Jaga Harga Pangan Ramadan Meski Daya Beli Belum Pulih
Pandemi Terus Bayangi Ekonomi RI
Kenaikan Cukai Rokok Awal Februari 2021 Hanya Beri Andil Kecil Inflasi, ini Sebabnya