Bupati Bungo Umumkan Penambahan Layanan Maskapai Baru Rute Bungo-Jakarta oleh Batik Air
Bupati Bungo, Dedy Putra, mengumumkan penambahan layanan maskapai baru, Batik Air, untuk rute Bungo-Jakarta mulai Februari 2026. Ini akan meningkatkan konektivitas dan potensi Bandara Bungo.
Pemerintah Kabupaten Bungo terus berupaya meningkatkan konektivitas transportasi udara bagi masyarakatnya. Bupati Bungo, Dedy Putra, secara resmi mengumumkan penambahan layanan maskapai baru, Batik Air, yang akan melayani rute Jakarta-Bungo dan sebaliknya.
Layanan penerbangan baru ini dijadwalkan akan dimulai pada Februari 2026, menggunakan pesawat jenis Airbus A320. Penambahan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan transportasi udara di wilayah tersebut.
Untuk menunjang operasional pesawat berbadan lebar seperti Airbus, pemerintah saat ini tengah fokus pada peningkatan infrastruktur bandara. Salah satu proyek vital adalah peningkatan struktur ketebalan tempat parkir pesawat atau apron.
Peningkatan Infrastruktur Bandara Bungo
Dalam rangka menyambut kedatangan maskapai baru dan mendukung operasional pesawat jenis Airbus, Bandara Bungo sedang menjalani serangkaian peningkatan infrastruktur. Proyek peningkatan ketebalan apron merupakan bagian dari upaya ini, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan.
Menurut Bupati Dedy Putra, proyek pengerasan apron ini ditargetkan selesai pada Desember tahun ini. "Sedang dikerjakan APBN, menteri perhubungan yang mengerjakan, Desember selesai. Nanti pak gubernur terbang dari Jakarta menuju Bungo naik Batik Air," ujarnya di Jambi.
Peningkatan fasilitas ini menjadi krusial karena Bandara Bungo diproyeksikan akan dilayani oleh dua maskapai penerbangan pada tahun depan, yaitu Nam Air dan Batik Air, keduanya dengan rute yang sama. Hal ini menandai peningkatan signifikan dalam pilihan transportasi udara bagi masyarakat.
Pengembangan Landas Pacu dan Potensi Layanan Haji
Selain penguatan apron, Pemerintah Kabupaten Bungo juga tengah mengusulkan pelebaran landas pacu atau runway Bandara Bungo. Saat ini, panjang runway adalah 2100 meter dengan lebar 30 meter, namun diusulkan untuk diperlebar menjadi 45 meter.
Usulan pelebaran ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kapasitas dan keamanan bandara, memungkinkan operasional pesawat yang lebih beragam di masa mendatang. "Panjang runway 2100 meter sekarang, tetapi ingin memperlebar dulu, sekarang kan 30 meter kita ajukan 45 meter," jelas Dedy.
Lebih lanjut, Bupati juga memproyeksikan Bandara Bungo dapat difungsikan untuk melayani jemaah haji secara langsung. Usulan ini telah disampaikan kepada Gubernur Jambi dan mendapatkan respons positif dari pemerintah provinsi, menunjukkan dukungan terhadap gagasan tersebut.
Manfaat Ekonomi dan Aksesibilitas Regional
Potensi Bandara Bungo sebagai embarkasi haji langsung akan membawa dampak positif yang signifikan. Ini akan menghemat biaya dan waktu bagi masyarakat dari lima wilayah di Jambi bagian barat, termasuk Bungo, Kerinci, Kota Sungai, dan Tebo.
"Kita harapkan di tahun akan datang, itu haji bisa langsung Bungo ke Batam. Target kita, pak gubernur sudah setuju itu, ya Bungo, Kerinci, Kota Sungai, Tebo. Pak gubernur sudah bicarakan dengan saya, kalau bisa kita terbangkan langsung tidak perlu ke Jambi," kata Dedy Putra.
Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas transportasi udara, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan adanya penerbangan langsung, mobilitas penduduk dan barang akan menjadi lebih efisien, membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan perdagangan di Kabupaten Bungo dan sekitarnya.
Sumber: AntaraNews