Bunga deposito meninggi, Darmin kritik BUMN dan kementerian
Tender penempatan dana dorong bank berlomba-lomba menawarkan bunga simpanan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengkritik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian yang masih menggelar tender penempatan dana. Ini mendorong perbankan berlomba-lomba menawarkan bunga.
Alhasil, bunga simpanan perbankan Indonesia menjadi lebih tinggi ketimbang negara tetangga.
"Fakta sebetulnya banyak BUMN kemudian Kementerian/Lembaga mulai jor-joran, bahkan pakai tender segala untuk kalau uangnya mau ditaruh di bank, siapa mau lebih mahal, kan jadi kacau akhirnya," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Selasa (23/2).
Langkah itu, lanjut Darmin, mendorong peningkatan suku bunga simpanan perbankan. Efeknya, agar tak jebol, perbankan terpaksa menaikkan suku bunga kredit.
"Padahal, pemerintah nggak ada kewajibannya cari duit dengan duit. Pemerintah itu harus melaksanakan rencana dan anggaran sebaik mungkin. Itu saja," tegas Darmin.
Menurut Darmin, suku bunga deposito yang rasional di kisaran lima persen. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga inflasi di level 4 persen.
"Satu persen di atas inflasi. Jadi tingkat realnya masih positif. Jangan dianggap kami mau mendorong ke arah negatif ya sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan rugi taruh uang di bank, itu pun dia kalau taruh di bank," katanya.
"Kalau mau bunga lebih tinggi, ada Surat Utang Negara atau obligasi dari BUMN."
Baca juga:
BI nilai efisiensi perbankan lebih utama dari suku bunga deposito
Studi: Bank dipimpin wanita lebih kebal terpapar krisis
OJK bakal data bank-bank yang masih minta agunan untuk KUR
Akhir 2016, bunga kredit korporasi ditargetkan di bawah 10 persen