Studi: Bank dipimpin wanita lebih kebal terpapar krisis
Merdeka.com - Suatu kali, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde pernah menyindir Lehman Brothers. Salah satu lembaga keuangan raksasa yang menyulut krisis keuangan global 2008.
"Jika Lehman Brothers bernama Lehman Sisters, krisis ekonomi hari ini barangkali bakal berbeda," katanya seperti dikutip Wall Street Journal, kemarin.
Dengan kata lain, dia ingin mengungkapkan seandainya pucuk pimpinan sejumlah lembaga keuangan raksasa kala itu lebih banyak dipegang wanita, mungkin risiko krisis keuangan global bisa ditekan.
Apa benar bisa seperti itu? Sejumlah riset kekinian menunjukkan demikian.
Semisal, studi termuat di Journal of Business Ethics, Oktober lalu. Sekelompok peneliti Finlandia menemukan bahwa bank Amerika Serikat yang dikendalikan wanita lebih konservatif dalam permodalan. Ini membuat peluang menghindar dari krisis keuangan lebih besar ketimbang bank dipegang pria.
"Tujuan studi ini adalah untuk memeriksa apakah level modal ekuitas dan risiko default memiliki keterhubungan dengan gender dari CEO atau chairman bank," kata Sami Vähämaa, salah satu periset.
Profesor akuntansi dan keuangan Universitas Vaasa, Finlandia, itu mengungkapkan pihaknya mengkaji 7 ribu bank komersial di Amerika Serikat. Ditemukan, bank dipimpin wanita menggenggam modal 5 persen-6 persen lebih banyak ketimbang bank dipimpin pria.
"Ini membuat bank lebih aman. Terutama bank kecil bertotal aset di bawah USD 770 juta," katanya.
"Jadi ada bukti kuat bahwa bank dengan CEO wanita lebih kecil peluangnya untuk terpapar krisis keuangan. Sebaliknya, bank dipimpin pria enam atau tujuh kali lebih tinggi risiko."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya