BukuWarung Perkuat Inklusi Keuangan, Jangkau 250 Ribu UMKM di Indonesia
Platform solusi keuangan BukuWarung berhasil menjangkau 250 ribu UMKM di seluruh Indonesia, mempercepat inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
BukuWarung, platform solusi keuangan terkemuka, telah berhasil memperluas jangkauan layanan BukuAgen hingga ke 250 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan komitmen platform dalam mendorong inklusi keuangan yang lebih merata, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Menurut Director of Sales BukuWarung, Adi Harlim, UMKM memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian nasional, menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi kunci dalam mempercepat perputaran uang di tingkat komunitas.
Sepanjang tahun 2025, layanan BukuAgen mencatat lebih dari 61 juta transaksi dengan nilai fantastis mencapai Rp41,1 triliun. Angka ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan pesat platform, tetapi juga membuktikan peran nyata UMKM sebagai akselerator inklusi keuangan di Tanah Air.
Dampak Signifikan BukuAgen bagi UMKM Nasional
Layanan BukuAgen dari BukuWarung telah menunjukkan dampak signifikan dalam memperluas akses keuangan bagi UMKM di Indonesia. Dengan menjangkau lebih dari 250 ribu pelaku usaha, platform ini secara aktif berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan di berbagai daerah.
Adi Harlim menegaskan bahwa UMKM adalah pilar ekonomi Indonesia, dengan kontribusi besar terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Upaya BukuWarung memberdayakan UMKM melalui layanan keuangan yang mudah diakses menjadi strategi efektif untuk mempercepat perputaran uang di tingkat komunitas.
Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, UMKM yang tergabung dalam BukuAgen berhasil mencatatkan lebih dari 61 juta transaksi, dengan total nilai mencapai Rp41,1 triliun. Selain itu, total pendapatan yang diperoleh para agen BukuAgen tercatat melampaui Rp500 miliar, menunjukkan potensi ekonomi yang besar.
Wilayah Indonesia Timur menjadi kawasan dengan pertumbuhan penggunaan layanan BukuAgen paling cepat, mengindikasikan keberhasilan BukuWarung dalam menjembatani kesenjangan akses keuangan di daerah terpencil.
Edukasi Keamanan dan Layanan Pendukung Ekosistem
Selain fokus pada perluasan jangkauan, BukuWarung juga memprioritaskan keamanan transaksi bagi para penggunanya. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan seperti BukuAgen Roadshow 2026 yang diselenggarakan di Makassar, dihadiri oleh ratusan pelaku UMKM dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
Dalam acara tersebut, BukuWarung memberikan edukasi komprehensif mengenai keamanan transaksi kepada merchant. Materi yang disampaikan meliputi perlindungan akun, identifikasi potensi penipuan, serta penerapan praktik transaksi aman.
Brand and Community Manager BukuWarung, Riyan Prayugo, menekankan bahwa keamanan transaksi adalah fondasi penting untuk membangun usaha yang berkelanjutan. "Transaksi yang aman akan mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memberikan rasa nyaman bagi para merchant dalam bertransaksi," ujarnya.
Untuk mendukung ekosistem UMKM secara holistik, BukuWarung juga menyediakan layanan lain seperti BukuModal untuk pembiayaan dan BukuSimpan untuk pengelolaan arus kas.
BukuSimpan dan Komunitas Laskar Agen Juara
Layanan BukuSimpan dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mengelola arus kas mereka secara lebih terstruktur dan terintegrasi. Head of Region Eastern Indonesia Merchant Success BukuWarung, Tommy Setiawan, menjelaskan bahwa BukuSimpan menawarkan beberapa keuntungan.
Melalui BukuSimpan, pelaku usaha dapat menikmati layanan tanpa biaya administrasi bulanan, memperoleh bunga hingga 3 persen per tahun, serta biaya transfer yang lebih efisien. Fitur-fitur ini bertujuan untuk meringankan beban operasional UMKM dan meningkatkan efisiensi keuangan mereka.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi dan pengembangan, BukuWarung juga membentuk komunitas Laskar Agen Juara. Komunitas ini menjadi wadah bagi para merchant, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, untuk saling bertukar pengalaman dan meningkatkan kapasitas usaha.
Inisiatif ini tidak hanya memperkuat jaringan antar-UMKM, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews