LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS sebut kemiskinan bisa timbulkan radikalisme

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai tingkat ketimpangan di Indonesia bisa mengakibatkan timbulnya radikalisme. Sebab, salah satu munculnya radikalisme adalah tingginya jumlah penduduk miskin di suatu negara. Dengan adanya ketimpangan tersebut, katanya, penduduk miskin di Indonesia merasa tersisihkan.

2017-02-01 15:25:38
BPS
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai tingkat ketimpangan di Indonesia bisa mengakibatkan timbulnya radikalisme. Sebab, salah satu munculnya radikalisme adalah tingginya jumlah penduduk miskin di suatu negara.

Seperti diketahui, radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

"Ada enggak sih kaitannya? (Radikalisme dengan ketimpangan) Pasti ada. kalau bicara radikalisme, terorisme, kan hanya detilnya. Namun akarnya kan banyak sekali, salah satu faktornya adalah miskin atau timpang," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Rabu (1/2).

Advertisement

Dengan adanya ketimpangan tersebut, katanya, penduduk miskin di Indonesia merasa tersisihkan dari negara. Akibatnya, mereka akan dengan mudah dipengaruhi oleh oknum-oknum yang menginginkan adanya perpecahan di Tanah Air.

"Mereka merasa bukan bagian dari negara ini, tersisihkan, dan tercerabut. Kalau itu terjadi, maka gampang dipengaruhi sehingga timbulkan radikalisme. Namun, itu bukan satu-satunya faktor ya," katanya.

Seperti diketahui, gini ratio di daerah perkotaan pada September 2016 sebesar 0,409, menurun tipis 0,001 poin dibanding Maret 2016 sebesar 0,410. Sedangkan dibanding September 2015, gini ratio ini menurun 0,010 poin dari sebelumnya sebesar 0,419.

Advertisement

Sementara itu, gini ratio di daerah pedesaan pada September 2016 sebesar 0,316, menurun 0,011 poin dibanding Maret 2016 sebesar 0,327. Angka ini juga menurun 0,013 poin dibanding September 2015 yang mencapai 0,329.

Baca juga:
Yogyakarta jadi provinsi dengan ketimpangan kaya-miskin tertinggi
Pemerintah diminta perbaiki mekanisme impor barang
Ini penyebab perbaikan gini ratio di Indonesia
September 2016, gini ratio RI turun tipis
BPS prediksi inflasi 2017 lebih tinggi karena banyak kenaikan harga
Dari cabai, rokok hingga pengurusan STNK sumbang inflasi Januari
Bos ADB puji kinerja Jokowi dan siapkan pinjaman USD 2 M untuk RI

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.