LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS sebut data ketimpangan ekonomi di RI pakai metode pengeluaran

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan metode survei yang dilakukan Oxfam berbeda dengan BPS. Di mana, metode pengukuran yang dilakukan BPS diukir menurut pengeluaran masyarakat Indonesia.

2017-03-01 16:10:17
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan metode survei yang dilakukan Oxfam berbeda dengan BPS. Di mana, metode pengukuran yang dilakukan BPS diukir menurut pengeluaran masyarakat Indonesia.

Oxfam menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat ketimpangan ekonomi atau gini ratio tertinggi di dunia. Di mana, kekayaan empat orang terkaya Indonesia setara dengan harta milik 100 juta orang miskin.

"Pertanyaan bahwa ketika ukur ketimpangan, fokus pemerintah pemerataan, bisa diukur dari metodologi dan sumber data, BPS sumber data sensus nasional diukur menurut pengeluaran, kalau pendapatan sulit, sulit sekali. Kita datangi orang terus tanya pendapatan berapa, kalau jawab dijawab under estimate, kalau ditanya pendapatan akan nunduk jawaban sekenanya, jadi kita menurut pengeluaran," ujar Suhariyanto di kantornya, Rabu (1/3).

Advertisement

Dia juga menjelaskan data dari sensus nasional BPS dilakukan setiap tahun. Sehingga, metode yang digunakan Oxfam berbeda. Namun, dirinya mengakui ketimpangan kemiskinan Indonesia masih sangat tinggi, dan pemerintah tidak tinggal diam.

Lebih lanjut, Suhariyanto menambahkan pemerintah telah mencari cara untuk menurunkan ketimpangan antara si miskin dan si kaya dengan mempermudah akses pemeberian modal untuk usaha dan pendidikan. "Pemerintah buat strategi fokus pada pemecahan ketimpangan seperti redistribusi aset dan lahan, dan upaya perkuat akses pada modal seperti kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat, dan pondidikan vokasi pada pariwisata dan industri kreatif," tutupnya.

Sebagai informasi, Oxfam menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat ketimpangan ekonomi atau gini ratio tertinggi di dunia. Di mana, kekayaan empat orang terkaya Indonesia setara dengan harta milik 100 juta orang miskin.

Advertisement

Dilansir dari The Guardian, Kamis (23/2), Oxfam mencatat kakak adik Budi dan Michael Hartono menempati peringkat teratas orang terkaya Indonesia dengan kekayaan USD 25 miliar atau setara Rp 333,8 triliun (1 USD = Rp 13.353). Kekayaan mereka setara dengan harta 100 juta penduduk Indonesia atau 40 persen dari total penduduk yang mencapai 250 juta orang.

"Sejak 2000, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meningkat pesat. Namun, keuntungannya tidak tersalurkan secara merata, dan jutaan penduduk masih dalam garis kemiskinan terutama perempuan," tulis Oxfam dalam laporannya.

Oxfam mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi melesat sekitar 5 persen antara 2000-2016, penurunan tingkat kemiskinan sangat lambat. Mengacu pada kategori orang miskin dari Bank Dunia, sebanyak 93 juta penduduk Indonesia hidup dalam garis kemiskinan.

Baca juga:
Menko Luhut sebut radikalisme terjadi karena kemiskinan
Raih penghargaan, Kemensos semakin optimis mampu kurangi kemiskinan
Wapres JK: Sila ke lima Pancasila sangat sulit kita laksanakan
'Freeport tak mungkin buat smelter, bangun rumah sakit saja tidak'
Fakta di balik kekayaan 4 orang tajir RI setara harta 100 juta warga
Khawatirnya Sri Mulyani dana pengentasan kemiskinan terus naik
Menko PMK sebut perlu kerja sama kementerian jamin program BPNT

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.