BPS: Harga Pangan Terus Melambung Akibat Indonesia Masih Bergantung Impor
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono menyebut komoditas bahan pangan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan inflasi Januari 2023. Kenaikan inflasi tersebut dipicu masih banyaknya bahan pangan yang didatangkan dari luar negeri atau harus impor.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono menyebut komoditas bahan pangan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan inflasi Januari 2023. Kenaikan inflasi tersebut dipicu masih banyaknya bahan pangan yang didatangkan dari luar negeri atau harus impor.
"Terkait imported inflation ini karena sebagian bahan pangan kita masih tergantung suplai global," kata Margo di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).
Akibatnya harga pangan di Indonesia tergantung pada kondisi ekonomi global. Saat kondisi global sedang baik, rantai pasok, harga komoditas terkendali dan nilai tukar terkendali, maka kontribusinya minim.
"Kalau semua terkendali, maka pengaruh ke inflasi bisa minim," kata dia.
Sebaliknya, jika salah satu komponen tersebut terganggu, maka bisa berdampak terhadap inflasi. Jika rantai pasok terganggu, nilai tukar mata uang tinggi, maka harga pangan akan naik. Bila dalam kondisi tersebut permintaan barang tinggi, maka akan langsung berimbas kepada harga pangan.
"Impor bahan pangan yang tinggi ini bisa dorong inflasi harga pangan," kata dia.
Sebagai informasi, inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,34 persen (mtm) dan 5,28 persen (yoy). Secara bulanan, kenaikan inflasi didorong komoditas beras (0,07 persen), cabai merah dan ikan segar masing-masing 0,04 persen, serta cabai rawit dan rokok kretek masing-masing 0,03 persen.
Sementara itu, penyumbang inflasi tahunan antara lain bensin (1,07 persen), bahan bakar rumah tangga (0,24persen), beras (0,24 persen), tarif angkutan udara (0,19 persen) dan rokok kretek filter (0,1 persen).
Baca juga:
Inflasi Januari 2023 Capai 5,28 Persen, Beras & Cabai Jadi Biang Kerok
Mendag Zulhas Pastikan MinyaKita Sudah Tersedia di Pasaran dalam 2 Pekan
Minyak Subsidi Pemerintah Hilang dari Sejumlah Pasar di Jateng, Warga Makin Merana
Mendag Bantah Pengusaha Nakal Bikin Minyakita Langka di Pasaran
KPPU Duga Kelangkaan MinyaKita Akibat Ulah Pengusaha Nakal