BPS catat nilai tukar Rupiah menguat pada September 2016
Pada September 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia menguat (apresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia menguat (apresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.
"Yang memengaruhi total ekspor banyak faktor, permintaan dan harga komoditas termasuk kurs. Kalau kurs menguat pasti akan pengaruh ke ekspor. Pengaruhnya ada tapi seberapa besar kami lihat dulu di bulan Oktober," kata Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Senin (17/10).
Dia mencatat, Rupiah terapresiasi paling tinggi terhadap dolar Amerika sebesar 2,27 persen. Di mana level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat September 2016 yang mencapai Rp 12.937,54 per USD.
Terhadap Euro, Rupiah terapresiasi sebesar 2 persen. Dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat September 2016 yang mencapai Rp 14.502,15 per Euro.
Rupiah juga terapresiasi terhadap Dolar Australia sebesar 0,73 persen. Dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kedua September 2016 yang mencapai Rp 9.858,18 per AUD.
Sedangkan untuk yen Jepang, Rupiah terapresiasi sebesar 0,38 persen. Dengan level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kelima September 2016 yang mencapai Rp 128,05 per Yen Jepang.
Baca juga:
Depan bos Pertamina, Jokowi marah harga BBM di Papua bisa Rp 100.000
BPS: Impor bahan baku di Indonesia masih tinggi
Imbas harga minyak dunia, nilai impor September turun 8,78 persen
September 2016, neraca perdagangan RI surplus USD 1,22 miliar
Menko Luhut siap membuldoser pengganggu Menteri Jonan dan Arcandra
Ini program kerja prioritas Menteri ESDM Ignasius Jonan
Hingga September 2016, industri pengolahan dominasi ekspor Indonesia