BPS Catat Jumlah Barang Angkutan Laut Dalam Negeri Naik 0,45 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah barang angkutan laut dalam negeri mencapai 25,8 juta ton pada Februari 2021 atau naik 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 22,96 persen dan Tanjung Perak sebesar 21,63 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah barang angkutan laut dalam negeri mencapai 25,8 juta ton pada Februari 2021 atau naik 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 22,96 persen dan Tanjung Perak sebesar 21,63 persen.
"Ini merupakan gambaran yang positif, karena terjadi kenaikan pada jumlah barang angkutan laut," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (1/4).
Namun, penurunan jumlah barang yang diangkut juga masih terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 1,15 persen, Makassar 0,52 persen, dan Balikpapan 0,13 persen. Dengan demikian, jumlah barang yang diangkut selama Januari–Februari 2021 mencapai 51,5 juta ton atau naik 4,65 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Februari 2021 tercatat 1,2 juta orang atau turun 4,24 persen dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan jumlah penumpang terjadi di 12 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Februari 2021 di antaranya pelabuhan Belawan sebesar 43,40 persen, Tanjung Perak 31,53 persen, Makassar 30,77 persen, dan Balikpapan 23,73 persen. Sebaliknya, pelabuhan Tanjung Priok mengalami kenaikan sebesar 23,68 persen.
Selama Januari–Februari 2021, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 2,5 juta orang atau turun 41,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.
Adapun penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati, yaitu Pelabuhan Belawan sebesar 73,31 persen, Tanjung Priok 70,28 persen, Makassar 63,93 persen, Balikpapan 63,64 persen, dan Tanjung Perak 12,62 persen.
Baca juga:
Harga Beras Berbagai Kualitas Turun Sepanjang Maret 2021
Cabai Rawit Hingga Daging Ayam Jadi Penyebab Inflasi Maret 0,08 Persen
Februari 2021, Jumlah Kunjungan Wisman Turun Tajam 86,59 Persen
Nilai Tukar Petani Naik 0,18 Persen di Maret 2021
Menperin: Impor Garam Sudah Sesuai Data BPS
BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 8,81 Persen di Awal Tahun 2021