LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BPS: Cabai rawit & rokok kretek filter sumbang inflasi Desember 2016

Rokok kretek filter dengan andil sebesar 0,18 persen, bawang merah sebesar 0,17 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,13 persen, bawang putih sebesar 0,11 persen, dan tarif pulsa ponsel sebesar 0,1 persen.

2017-01-03 12:12:10
BPS
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi sebesar 0,42 persen pada Desember 2016. Angka ini turun dibanding November 2016 yang mencapai 0,47 persen. Sementara inflasi pada tahun kalender (Januari-Desember 2016) mencapai 3,02 persen, atau terendah sejak 2010.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, ada 10 komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi nasional selama tahun 2016, seperti cabai rawit dengan andil sebesar 0,35 persen. Menurutnya, gejolak dari harga cabai di Indonesia harus selalu menjadi perhatian dari pemerintah.

"Meskipun cabai merah mengalami deflasi, namun komoditas yang perlu mendapat perhatian di Desember ini adalah cabai rawit," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Selasa (3/1).

Advertisement

Selain itu, ada pula rokok kretek filter dengan andil sebesar 0,18 persen, bawang merah sebesar 0,17 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,13 persen, bawang putih sebesar 0,11 persen, dan tarif pulsa ponsel sebesar 0,1 persen.

"Bukan hanya itu, ada juga ikan segar, rokok kretek, tarif kontrak rumah, dan tarif sewa rumah dengan andil masing-masing sebesar 0,09 persen," imbuhnya.

Sebelumnya, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah bahan makanan sebesar 0,5 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,45 persen; perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,18 persen; kesehatan sebesar 0,32 persen, dan pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,05 persen.

Advertisement

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah sandang sebesar 0,46 persen. Sedangkan menurut komponen Inti mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, harga diatur pemerintah sebesar 0,97 persen, dan bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,47 persen.

Baca juga:
Harga rokok sudah naik Rp 1.000 per bungkus dari minggu lalu
Diam-diam, Sampoerna sudah naikkan harga rokok 11 persen
Pemerintah diminta latih buruh rokok korban PHK berwirausaha
4 Tuntutan usai pemerintah buat harga rokok makin mahal tahun depan
Tarif cukai naik, DPR minta pengawasan rokok ilegal diperketat

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.